Posts filed under ‘Pengetahuan’

Transformasi Galileo dan Lorentz dalam Redefinisi Relativitas

oleh yohan suryanto, yohan@rambinet.com

Transformasi Galileo dan Transformasi Lorentz kita kenal dalam pembahasan gerak. Berdasarkan teori relativitas khusus, transformasi Galileo hanya berlaku untuk kecepatan yang relative rendah, jauh lebih lambat dibanding  kecepatan cahaya. Sementara menurut teori relativitas khusus, transformasi Lorentz berlaku umum untuk semua kecepatan. Namun setelah kita memasukkan postulat ketiga dalam redefinisi relativitas, bisa dibuktikan bahwa transformasi Galileo adalah transformasi inersia dan berlaku umum untuk semua kecepatan pengamat. Sementara itu, dalam transformasi Lorentz ditemukan pengabaian fundamental pada arah sebaran cahaya dari objek kepada pengamat yang mengakibatkan tidak terpenuhinya kondisi tertentu dalam konsep koordinat ruang dan waktu.

(lebih…)

28 Desember 2009 at 1:09 am 3 komentar

Konsep Kecepatan Inersia dan Relative

oleh Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com

Cibinong, 18 Desember 2009

Dalam tulisan sebelumnya, bisa dibuktikan bahwa waktu inersia dan ruang inersia adalah bernilai sama bagi semua pengamat, baik yang diam maupun yang bergerak. Pembuktian waktu inersia dan ruang inersia yang mutlak dalam gerak relative tersebut berasal dari penurunan Postulat ketiga Redefinition Special Theory of Relativity (RSTR).  Dalam ruang hampa, sebaran cahaya memiliki arah menjauhi sumber secepat c membentuk permukaan bola.  Dengan demikian waktu inersia dan ruang inersia berlaku sama baik bagi pengamat yang diam, relative diam, maupun yang relative bergerak. Hal ini konsisten dengan postulat pertama Theory of Relativity itu sendiri.

(lebih…)

19 Desember 2009 at 2:22 am 3 komentar

Konsep Ruang Inersia

Oleh Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com

Cibinong, 30 November 2009


Dalam tulisan sebelumnya, “Redefinisi Relativitas :  Kaitan Konsep Kesinkronan dan Ketidaksinkronan Waktu “, bisa dibuktikan bahwa waktu inersia adalah waktu mutlak. Ketukan waktu inersia adalah sinkron, tidak tergantung gerak relative pengamat. Bagi pengamat yang diam maupun yang bergerak, yang memulai hitungan pada waktu t=0, ketika mereka menghentikan hitungan waktu pada saat yang sama, maka besaran waktu t keduanya memiliki nilai yang sama.

Pembuktian waktu inersia yang mutlak dalam gerak relative tersebut berasal dari penurunan Postulat ketiga Redefinition Special Theory of Relativity (RSTR).  Dalam ruang hampa, sebaran cahaya memiliki arah menjauhi sumber secepat c membentuk permukaan bola.  Postulat ketiga ini menyarankan Special Theory of Relativity (STR) harus memperhatikan arah sebaran cahaya dari sumber kepada pengamat.  Dengan demikian waktu inersia berlaku sama baik bagi pengamat yang diam, relative diam, maupun yang relative bergerak. Hal ini konsisten dengan postulat pertama Theory of Relativity itu sendiri.

(lebih…)

30 November 2009 at 12:23 am 2 komentar

Redefinisi Relativitas: Kaitan Konsep Kesinkronan dan Ketidaksinkronan Waktu

kick7-R Oleh : Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com

Cibinong, 4 November 2009

Postulat ketiga dalam Redefinition Special Theory of Relativity (RSTR) adalah dalam ruang hampa, sebaran cahaya memiliki arah menjauhi sumber secepat c membentuk permukaan bola.  Postulat ketiga menyarankan Special Theory of Relativity (STR) harus memperhatikan arah sebaran cahaya dari sumber kepada pengamat. Dengan adanya postulat ketiga ini, kita akan membahas konsep sinkronisasi waktu inersia dan konsep ketidaksinkronan waktu dalam relativitas dan kaitan diantaranya.

(lebih…)

4 November 2009 at 8:40 am Tinggalkan komentar

Pergeseran Efek Doppler pada Kasus Percobaan Ives dan Stillwell

kick7-RCibinong, 1 November 2009

Oleh : Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com

Redefinisi STR : Sebuah Penjelasan Pergeseran Efek Doppler pada Kasus Percobaan Ives dan Stillwell

Untuk menguji kembali Redefinisi Special Theory of Relativity (STR) setelah berhasil menjelaskan secara sangat meyakinkan atas kasus percobaan Michelson Morley dalam tulisan “Redefinisi  STR : Sebuah Penjelasan Kasus Percobaan Michelson Morley”, marilah kita telaah kembali hasil percobaan pergeseran efek Doppler pada pengamatan cahaya atom Hidrogen oleh Ives dan Stillwell.

Pada Tahun 1938, Ives dan Stillwell menguji efek doppler frekuensi cahaya pada atom Hidrogen yang bergerak dalam tabung. Pada saat itu ia mendapatkan hasil pergeseran frekuensi gelombang cahaya yang berbeda dari prediksi Efek Doppler Akustik Klasik dan juga terdapat perbedaan dibanding prediksi berdasarkan relativitas Einstein. Ives dan Stillwell mengelompokkan hasil pengamatannya dalam dua kategori, hasil yang mendekati prediksi relativitas Einstein dan yang tidak mendekati prediksi relativitas Einstein. Berdasarkan percobannya tersebut Ives dan Stillwell  membuat model pergeseran efek Doppler sendiri.

(lebih…)

1 November 2009 at 3:52 am Tinggalkan komentar

Redefinisi STR : Sebuah Penjelasan Kasus Percobaan Michelson Morley

yohan_mly
oleh : Yohan Suryanto
yohan@rambinet.com
Cibinong, 24 Oktober 2009

Untuk menguji kembali Redefinisi Special Theory of Relativity (STR) setelah tulisan “Contoh Kasus Tinjauan Redefinisi Relativitas Khusus”, marilah kita telaah kembali hasil percobaan yang  memunculkan 2 postulat Einstein yang mendasari kelahiran Teori Special Relativity.

Pada tahun 1881 Michelson-Morley melakukan percobaan untuk mengetahui gerak absolut bumi menggunakan interferometer. Dalam percobaan tersebut diharapkan ada beda frekuensi  antara sinar yang dipantulkan dari cermin C1 dengan sinar yang dipantulkan dari cermin C2 karena bumi bergerak relative dengan kecepatan v, seperti digambarkan secara sederhana dalam gambar 1 berikut :

michelson-Morley1

Gambar 1 : Percobaan Michelson-Morley menggunakan interferometer

(lebih…)

25 Oktober 2009 at 9:19 pm Tinggalkan komentar

Contoh Kasus Tinjauan Redefinisi Relativitas Khusus

yohan_mlyOleh : Yohan Suryanto; yohan@rambinet.com
Cibinong, 5 Oktober 2009

Marilah kita bayangkan suatu benda bergerak dalam galaksi bima sakti yang mungkin bergerak menjauhi pusat universe dengan kecepatan sangat cepat sebesar v. Apa yang terjadi dengan sinkronisasi waktu antara kita dan bintang-bintang dalam galaksi bima sakti atau dengan sinkroniasi waktu antara kita dengan benda-benda disekitar ruangan kita yang relatif diam terhadap kita?

(lebih…)

11 Oktober 2009 at 4:49 pm 1 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Agustus 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category