Posts filed under ‘General’

Memulai Langkah Kecil dengan Mimpi Besar

Oleh : Yohan Suryanto

yohan@rambinet.com

_______________________________________________________________________________

Apa yang sudah dilakukan oleh Alumni ITB untuk Negara dan bangsa Indonesia tidak bisa kita anggap remeh. Banyak jabatan menteri, anggota DPR, dan pejabat Pemerintahan yang pernah dan masih dipegang oleh Alumni ITB. Bahkan jabatan Presiden pun alumni ITB pernah menjabatnya. Tetapi, apakah alasan Indonesia saat ini masih dalam jajaran negara berkembang dengan prestasi ekomoni yang kurang menggembirakan karena alumni ITB memang tidak banyak atau karena ada alasan yang lain. Sementara Soekarno hanya meminta 10 pemoeda yang cakap untuk membangun negeri ini agar menjadi negeri yang makmur. Apakah jumlah menteri, anggota DPR, dan pejabat pemerintahan dari alumni ITB kurang dari angka 10 itu. Jika dilihat sekilas, jumlahnya tentu lebih lebih dari itu. Dari hal kecil sampai hal besar sudah mereka lakukan dan sudah mereka selesaikan. Mulai dari menunaikan jabatannya agar sesuai dengan key indicator performance yang disyaratkan, menjalankan berbagai acara seminar, silaturahmi, sampai acara peringatan tujuh belasan, sudah dilakukan. Tapi hari ini kita lihat Indonesia belum bisa membangun negara dan bangsanya sebaik Singapore mengelola wilayah kecil dengan penduduknya yang hanya seperempat dari penduduk Jakarta.

(lebih…)

15 September 2008 at 11:49 pm 3 komentar

Diskusi mengenai dosa, manusia dan hidup kekal

rev. 1, 13 September 2008

oleh : Yohan suryanto, yohan@rambinet.com

______________________________________________________________________________

Dalam salah satu kesempatan diskusi di mailing list alumni, Pak Rachmad M menyinggung masalah kaitan dosa dan akibatnya, yang salah satunya adalah hubungan antara kekekalan dan kematian. Bahasan ini cukup rumit untuk ditelaah lebih jauh karena terkait juga dengan keyakinan, tetapi setidaknya tidak ada salahnya kita memberikan opini mengenai masalah ini.

Apa itu dosa

Dalam perjalanan makna kata, kelihatannya dosa menjadi subset dari kosa kata kesalahan. Hanya jika kesalahan yang dilakukan mengandung unsur menyalahi aturan yang digariskan oleh Dia Yang Maha Mengetahui-lah yang kemudian layak mendapat label dosa. Tapi kadang orang tua kita berpesan, “dosa koen le, lek ora manut wong tuwo”, disini berlaku seakan-akan patuh pada orang-tua adalah aturan yang digariskan olehNYA. Karenanya layak mendapat predikat dosa bukan sekedar kesalahan jika melanggarnya.

(lebih…)

13 September 2008 at 11:10 pm Tinggalkan komentar

Indonesia Yang Lebih Baik

Makna menjadi ‘lebih baik’
‘Lebih baik’ sudah menjadi kata lumrah yang sering kita dengar,  yang karena biasanya,  alasan kenapa kita ingin lebih baik sudah seperti hembusan nafas tak terpikirkan. ‘Lebih baik’ laksana sebuah mantra diungkapkan untuk mencapai tujuan yang tiada pernah berakhir. Seperti putaran planet mengitari matahari dari waktu ke waktu. Bayi tumbuh dalam proses yang membahagiakan menuju masa tua. Beriring berirama indah, bermula, berakhir dan berawal kembali, menyatukan kekuatan dari generasi ke generasi. Keadaan manakah yang lebih baik.

Suatu keadaan lebih baik untuk suatu peruntukan, bukan karena semata-mata dia absolut lebih baik. Malam menyelimuti istirahat sebagian kaum, pelan tapi pasti akan mencapai ujung untuk kemudian tergantikan siang. Petani pergi ke sawah dan nelayan pulang membawa tangkapan. Anak-anak berlarian bermain riang, pertanda orang tua mengajarkan kebijakan. Siang pasti akan berakhir dan malam bermula kembali, tiada yang lebih baik secara absolut diantara keduanya. Menyebut malam, karena pernah ada siang. Menyebut siang karena pernah ada malam. Mana yang lebih baik, tidaklah sama semua kepala merasakannya, hanya saja semua keadaan perlu disikapi dengan lebih baik.

(lebih…)

28 Juni 2008 at 2:12 pm 1 komentar

Keberagaman kita, SARA, dan Arah Pendekatannya

Rev. 1.0, 15 Juni 2008, oleh Yohan Suryanto
Unsur SARA :
Indonesia memiliki keragaman SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), yang karena beragamnya tidak salah jika sebagian kita mengklaim sebagai negara dengan keberagaman paling banyak setidaknya di kawasan Asia Tenggara. Bagaimanapun SARA adalah komponen penyusun kebhinnekaan Indonesia yang harus kita pahami. Memahami untuk melihat sejauh mana komponen ini akan memperkuat pondasi menuju Indonesia yang makmur gemah ripah loh jinawi. Memahami untuk melihat sejauh mana unsur-unsur SARA Indonesia bisa membentuk harmoni dalam kancah Internasional.

(lebih…)

15 Juni 2008 at 4:55 am 1 komentar

Mendiskusikan SARA

Bagi saya, SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan) meskipun menampilkan ciri-ciri perbedaan yang mudah dikenali seperti unsur Suku atau Ras yang menampilkan ciri budaya kelompok dan ciri-ciri fisik manusia, bukanlah sesuatu yang patut ‘dilupakan’ dan dibiarkan tumbuh berkembang apa adanya dalam konteks kebangsaan. Perbedaan itu tidak boleh menjadikan SARA sebagai sesuatu yang tabu dan sensitive untuk dibahas. Karena bagaimanapun SARA adalah salah satu komponen pembentuk bangsa Indonesia. Sebagai salah satu komponen kebhinnekaan kita, SARA tidak boleh dibiarkan tenggelam dan terpinggirkan oleh image sensitive dan menakutkan yang makin lama makin dilekatkan pada SARA sebagai kata.

(lebih…)

13 Juni 2008 at 10:13 pm Tinggalkan komentar

Catatan Pembukaan Industrial R&D Expo

Cikarang, tanggal 29 April 2008

Kemarin pagi jam 09.30 berlangsung acara pembukaan Industrial R&D Expo’08 di Plaza JB Jababeka oleh Menristek Kusmayanto Kadiman. Sebelum jalan-jalan pada sore harinya ke kawasan industri Surya Cipta City di Karawang, saya kebetulan sempat datang keacara tersebut sambil batikan sebagai salah satu penggemar kegiatan R&D :).

Sekilas yang saya tangkap dari keterangan Presdir Jababeka, Bpk Dharmono, Cikarang merupakan kawasan tempat sekitar 1300 industri dengan berbagai macam produk melakukan kegiatannya, dengan ownership yang mewakili 27 negara. Expo ini adalah untuk pertama kalinya dan diwaktu mendatang akan dibangun tempat khusus diatas lahan seluas 24 Ha untuk Expo Industri di Kawasan Cikarang.

(lebih…)

30 April 2008 at 2:01 am 1 komentar

Pajak dan Mata Uang USD

Oleh : Yohan Suryanto
Ref 1.1

USD sebagai world currency defakto sejak berakhirnya perang dunia kedua

Pada masa berakhirnya perang dunia kedua, cadangan emas Amerika meningkat sampai lebih dari 50 % cadangan emas dunia. Kondisi ini telah mengubah peta cadangan emas dunia sebelum perang dunia kedua yang awalnya dikuasai oleh eropa berkat sistem penjajahan berabad-abad lamanya. Dengan sistem mata uang yang dikaitkan dengan emas, sejak berakhirnya era perang dunia kedua, mata uang USD menjadi rujukan utama mata uang dunia lainnya. Karenanya USD kemudian menjadi mata uang defakto perdagangan dunia.

(lebih…)

20 April 2008 at 10:12 am Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kalender

Agustus 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category