Posts filed under ‘BWA’

Sharing Alokasi Frekuensi 3.5 GHz di Indonesia

BWA 3.5 GHz dan Satellite Ext-C (down link 3.4-3.7 GHz) FSS
Rev.2, 9 November 2006
Penulis : Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com
—————————————————————————————-

  1. Pendahuluan :

Negara Indonesia dengan luas wilayah 1,9 juta km2, merupakan Negara terluas ke-15 di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta orang dengan sebaran kepadatan yang sangat bervariasi, memiliki penetrasi akses broadband digital yang sangat rendah. Kondisi ini tentu unik dibanding negara-negara lain yang juga tertarik untuk mengembangkan jaringan akses broadband digital termasuk menggunakan BWA di 3,5 GHz.

(lebih…)

2 September 2009 at 8:08 am 1 komentar

Adopsi Standard Wimax 802.16e untuk BWA

Rev. 1.0, 20 Juli 2008
Oleh : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com )
________________________________________________________________________________

Sesuatu ada masanya:

Sesuatu memang ada masanya, ada umurnya, termasuk bumi, manusia dan teknologi. Masa ini bisa seumur jagung seperti masa penjajahan jepang atas Indonesia, atau merentang sepanjang jaman yang kita kenal seperti umur jagat raya. Umur sesuatu tidaklah harus selalu cepat tergesa-gesa, karena bisa cukup panjang sebagaimana halnya bumi yang mungkin sudah berumur 5 Milyar tahun, atau generasi manusia yang mungkin sudah berumur 100.000 tahun, pun demikian dengan teknologi. Peralatan memang bisa usang, tetapi tidak selalu usang karena konsep teknologinya usang. Misalnya bangunan diatas tanah, sampai saat ini untuk membangunnya masih perlu pondasi, tidak bisa melayang-layang di udara atau diatas lumpur tanpa pijakan pasti. Secanggih apapun teknologi bangunan berkembang, gedung pencakar langit dari sejak jaman industri berawal sampai hari ini, memerlukan pondasi yang kokoh untuk memulainya.

(lebih…)

20 Juli 2008 at 9:25 am 3 komentar

Masukan untuk Standarisasi Perangkat BWA di 2,3-2,5 GHz

Rev. 1.0, 20 Juli 2008
Oleh : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com )
_____________________________________________________________________________________
Pendahuluan
Alokasi Frekuensi BWA di band 2,3-2,5 GHz, sesuai dengan penjelasan dalam dokumen “Masukan
untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia” revisi 1.3 oleh Yohan Suryanto tanggal 1 April 2008,
merupakan bagian dari kebutuhan alokasi pita frekuensi BWA yang ideal untuk mobile atau nomadik. Perangkat di band tersebut perlu distandardkan untuk tujuan agar operator bisa memanfaatkan frekuensi seoptimal mungkin, menjamin sinkronisasi dan interoperability antar operator, mendukung konsep VNO (Virtual Network Operator) dan mendapatkan perangkat yang terjangkau dan tidak dimonopoli oleh vendor tertentu, yang pada gilirannya memberikan dampak pada penyediaan akses broadband internet/ network yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Standarisasi perangkat BWA di band tersebut yang didiskusikan di Postel tanggal 28 Mei 2008, perlu memperhatikan equipment yang pernah mendapatkan sertifikasi yang digunakan oleh eksisting operator  dan sekaligus juga harus memperhatikan kepentingan pengembangan jangka panjang untuk tercapainya optimalisasi penggunaan frekuensi dalam rangka memberikan akses broadband network atau internet yang merata dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia setidaknya untuk masa 20 tahun kedepan. Kondisi eksisting dan kebutuhan pengembangan kedepan merupakan dua hal yang saling terkait dan harus diperhatikan secara bersamaan sebagai masukan kebijakan standarisasi perangkat BWA dengan semangat kajian yang komprehensive, memperhatikan masukan Menkominfo M Nuh yang menyatakan penataan frekuensi BWA harus memperhatikan kondisi eksisting (T-1), penataan saat ini (T0) dan rencana kedepan (T+1) dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, operator, dan industri dalam negeri.

(lebih…)

19 Juli 2008 at 10:31 am Tinggalkan komentar

Masukan untuk Standarisasi Perangkat BWA di 3,3-3,5 GHz

Rev. 1.1, 7 Juni 2008
Oleh : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com )
_____________________________________________________________________________________
Pendahuluan

Alokasi Frekuensi BWA di band 3,3-3,5 GHz, sesuai dengan penjelasan dalam dokumen “Masukan
untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia” revisi 1.3 oleh Yohan Suryanto tanggal 1 April 2008,
merupakan bagian dari kebutuhan alokasi pita frekuensi BWA yang ideal untuk fixed atau nomadik. Perangkat di band tersebut perlu distandardkan untuk tujuan agar operator bisa memanfaatkan frekuensi seoptimal mungkin, menjamin sinkronisasi dan interoperability antar operator, mendukung konsep VNO (Virtual Network Operator) dan mendapatkan perangkat yang terjangkau dan tidak dimonopoli oleh vendor tertentu, yang pada gilirannya memberikan dampak pada penyediaan akses broadband internet/ network yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Standarisasi perangkat BWA di band tersebut yang didiskusikan di Postel tanggal 28 Mei 2008, perlu memperhatikan equipment yang pernah mendapatkan sertifikasi yang digunakan oleh eksisting operator  dan sekaligus juga harus memperhatikan kepentingan pengembangan jangka panjang untuk tercapainya optimalisasi penggunaan frekuensi dalam rangka memberikan akses broadband network atau internet yang merata dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia setidaknya untuk masa 20 tahun kedepan. Kondisi eksisting dan kebutuhan pengembangan kedepan merupakan dua hal yang saling terkait dan harus diperhatikan secara bersamaan sebagai masukan kebijakan standarisasi perangkat BWA dengan semangat kajian yang komprehensive, memperhatikan masukan Menkominfo M Nuh yang menyatakan penataan frekuensi BWA harus memperhatikan kondisi eksisting (T-1), penataan saat ini (T0) dan rencana kedepan (T+1) dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, operator, dan industri dalam negeri.

(lebih…)

19 Juli 2008 at 9:58 am Tinggalkan komentar

Masukan untuk Penataan Frekuensi BWA III (2,3 GHz – 2,5 GHz)<

Rev. 1.0, 1 Juni 2008
Oleh : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com)
________________________________________________________

Pendahuluan

Alokasi Frekuensi BWA di band 2,3-2,5 GHz, sesuai dengan penjelasan dalam dokumen  “Masukan untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia” revisi 1.3 oleh Yohan Suryanto tanggal 1 April 2008, merupakan bagian dari kebutuhan alokasi pita frekuensi BWA yang ideal selain band 3,3-3,5 GHz. Penataan frekuensi BWA di band tersebut, perlu memperhatikan penyelenggara eksisting dan sekaligus juga harus memperhatikan kepentingan jangka panjang untuk tercapainya optimalisasi penggunaan frekuensi dalam rangka memberikan akses broadband network atau internet yang merata dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia setidaknya untuk masa 20 tahun kedepan.

Sesuai dengan hasil pencocokan data antara Postel sebagai regulator dan penyelenggara BWA eksisting pada tanggal 22-25 April 2008 di Ancol dan dokumentasi rapat “Penggunaan Frekuensi BWA dibawah 2,5 GHz” tanggal 28 Mei 2008 di Postel,  terdapat 4 operator existing yang beroperasi di band tersebut,  2 diantaranya beroperasi di band 2,5 GHz.  Kondisi eksisting dan kebutuhan pengembangan kedepan merupakan dua hal yang saling terkait dan harus diperhatikan  secara bersamaan sebagai masukan kebijakan penataan frekuensi dengan semangat kajian yang komprehensive, memperhatikan masukan Menkominfo M Nuh yang menyatakan penataan frekuensi BWA harus memperhatikan kondisi eksisting (T-1), penataan saat ini (T0) dan rencana kedepan (T+1) dengan memperhatikan kepentingan masyarakat, operator, dan industri dalam negeri.

(lebih…)

1 Juni 2008 at 11:12 pm 1 komentar

Masukan untuk Penataan Frekuensi BWA II (3,3 GHz – 3,5 GHz)

Rev. 1.0, 25 Mei 2008
Oleh : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com)
————————————————————————————–

Pendahuluan

Alokasi Frekuensi BWA di band 3,3-3,5 GHz, sesuai dengan penjelasan dalam dokumen  “Masukan untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia” revisi 1.3 oleh Yohan Suryanto tanggal 1 April 2008, merupakan bagian dari kebutuhan alokasi pita frekuensi BWA yang ideal selain band 2,3-2,5 GHz. Penataan frekuensi BWA di band tersebut, perlu memperhatikan penyelenggara eksisting dan sekaligus juga harus memperhatikan kepentingan jangka panjang untuk tercapainya optimalisasi penggunaan frekuensi dalam rangka memberikan akses broadband network atau internet yang merata dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia setidaknya untuk masa 20 tahun kedepan.

(lebih…)

30 Mei 2008 at 12:52 pm 4 komentar

Masukan untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia

Rev.1.3, 1 April 2008
Penulis : Yohan Suryanto (yohan@rambinet.com)
—————————————————————————————-

1. Pendahuluan :

Negara Indonesia dengan luas wilayah 1,9 juta km2, merupakan Negara terluas ke-15 di dunia dengan jumlah penduduk lebih dari 220 juta orang dengan sebaran kepadatan yang sangat bervariasi, memiliki penetrasi akses broadband digital yang sangat rendah. Kondisi ini tentu unik dibanding negara-negara lain yang juga tertarik untuk mengembangkan jaringan akses broadband digital terutama menggunakan BWA di 2,3-2,7 GHz dan 3,3-3,5 GHz.

Untuk mengejar  ketertinggalan akses digital dan mencapai kemakmuran bangsa seperti diamanatkan dalam Pancasila sila ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia), diperlukan akses broadband internet yang memadai bagi seluruh lapisan masyarakat. Kemudahan akan akses informasi ini merupakan syarat mutlak yang diperlukan untuk pemerataan pendidikan, pemerataan kemakmuran, dan usaha membangun bangsa yang makmur dimasa-masa yang akan datang. Untuk itu diperlukan dukungan kebijakan publik jangka panjang dari Pemerintah yang mendukung tercapainya pemerataan akses broadband internet tersebut.

(lebih…)

29 Maret 2008 at 8:14 am 5 komentar


Kalender

Agustus 2017
S S R K J S M
« Jan    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Posts by Month

Posts by Category