Sistem Keuangan Modern (Part 3)

6 November 2010 at 10:19 pm Tinggalkan komentar

Sistem keuangan modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern yang berlaku sebelumnya. Dipicu oleh kesulitan keuangan di negeri Paman Sam, sistem ini mulai digunakan saat presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Uang tercatat dan beredar yang sebelumnya merupakan representasi dari emas yang disimpan, otomatis menjadi sekedar catatan dari otoritas keuangan atas barang-barang yang ditransaksikan. Uang yang sudah ada sebelumnya masih tetap berlaku, tetapi memiliki makna yang berbeda. Memegang uang tidak lagi diartikan sebagai memiliki simpanan emas dengan rasio tertentu, melainkan sebagai sekedar catatan dari otorias keuangan dengan nilai tertentu.

Uang di masa pramodern dan semi modern merupakan representasi dari emas. Saat itu selama emas ada maka uang akan selalu diasosiasikan sebagai sesuatu yang selalu positif. Adanya uang akan selalu berarti adanya emas. Nominal uang yang sudah tercetak dalam kertas yang beredar juga tidak bisa diubah. Sifat-sifat ini menurun dalam sistem keuangan modern dimasa awal. Karena uang modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern (backup emas) maka uang dimasa awal era modern juga tidak mengenal uang negative. Dimasa awal sistem keuangan modern uang selalu positive. Tetapi perkembangan era chip dewasa ini memungkinkan nilai uang yang beredar bisa diubah setiap saat. Uang dalam era sistem keuangan modern dimasa yang akan datang  tidak lagi hanya bernilai positif, uang juga bisa bernilai negative.

Mekanisme Sistem Keuangan Modern

Sistem keuangan modern bekerja berdasarkan transaksi, ia adalah catatan pertukaran barang dalam sebuah domain transaksi. Domain ini bisa hanya dua orang, 100 orang, komunitas dalam satu Negara atau meliputi seluruh umat manusia. Untuk lebih memahami bagaimana sistem keuangan modern yang transaksional bekerja, marilah kita mulai dengan beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana sistem keuangan ini bekerja. Sistem keuangan modern yang digunakan saat ini bisa saja tidak mewakili sepenuhnya mekanisme dasar sistem keuangan modern masa depan, karena kondisi awal masih merupakan evolusi dari sistem sebelumnya.

Kasus transaksi antara 2 orang pertama dalam domain sistem keuangan modern :

Misalkan saja A panen padi dengan hasil yang mencukupi untuk 2 orang. Sebut saja B ingin membeli padi dari A. Mereka berdua sepakat membuat uang catatan yang disebut sebagai uang AB. Catatan ini mereka simpan dalam chip milik A dan milik B. Ketika B menerima padi separuh bagian dari milik A, mereka sepakat memasukkan angka 50 kedalam chip A dan -50 kedalam chip B. Dengan demikian dalam uang AB yang diotoriasi oleh mereka berdua pada akhir transaksi A memiliki uang AB sebanyak 50 dan B memiliki uang sebanyak -50.

Kebetulan A dan B adalah dua orang yang rajin dan berlaku fair satu sama lain. Mengingat uang B adalah -50 AB maka ia berusaha untuk memanen ikan dikolamnya. A membutuhkan separuh bagian dari panen B ini. Jadilah A menjual panen ikannya separuh ke B. Mereka sepakat separuh panen ikan B setara dengan separuh panen padi A. Kembali mereka mengotorisasi chip mereka dengan password ganda A dan B. Dengan transaksi ini nilai uang AB yang dipegang A menjadi 0 dan nilai uang yang dipegang B juga menjadi 0.

Begitu seterusnya setiap transaksi antara A dan B, mereka mengotoriasi chip mereka. Chip dengan nilai yang bisa naik turun tergantung kesepakatan ini menandakan balance transaksi antara A dan B. Saat nilai tranksaksi mereka imbang maka uang AB akan sama-sama bernilai 0.

Kasus transaksi antara 100 orang pertama dalam domain sistem keuangan modern :

Karena kebutuhan semakin meningkat, barang atau jasa yang dibutuhkan tidak lagi cukup dipenuhi oleh dua orang seperti kasus diatas. Dalam kasus ini, lebih banyak orang yang terlibat dalam domain transaksi. Misalnya domain transaksi menjadi lebih besar sampai meliputi 100 orang.

Dalam kasus transaksi yang meliputi 100 orang ini, tentu saja tidak semua orang perlu bertransaksi dalam waktu yang sama atau membutuhkan barang yang sama. Tetapi untuk mempermudah analisa, kebetulan semua orang di dalam kelompok 100 ini orangnya pekerja smart dan fair satu sama lainnya. Untuk mempermudah tranksaksi, mereka mengangkat 1 orang diantara mereka sebagai pengotorisasi chip yang mereka gunakan sebagai uang kelompok ini. Uang ini dikenal dengan R. Untuk setiap transaksi orang ini mendapat komisi 1% untuk memenuhi kebutuhannya. 99 orang yang tidak bertugas sebagai pengotorisasi uang chip R bisa memproduksi atau memberikan jasanya yang masing-masing setara dengan 100 R.

Ketika orang pertama O1 menjual barangnya senilai 99 R, pengotorisasi chip O100 akan memasukkan nilai 99 R kedalam chip O1 dan memasukkan nilai -1 R kedalam chip orang O2-O99.  Chip pengotorisasi O100 tetap menjadi 0 R karena ia mendapat komisi 1 R dari O1 dan membeli kebutuhan dari O1 sebesar 1 R. Ketika orang kedua O2 mendeliver servicenya ke semua anggota kelompok ini, chipnya akan menjadi 98 R begitu juga dengan chip O1. Chip orang O100 sama seperti penjelasan sebelumnya tetap menjadi 0 R dan chip 03-099 menjadi -2 R. Begitu seterusnya sampai penjualan atau deliveri service oleh O99, semua chip 01-O100 akan menjadi 0 R. Proses ini akan terus berulang sampai semua orang O1-O100 mati bersama dan transaksi diantara mereka berakhir sepenuhnya.

Kasus yang lebih kompleks :

Kenyatan dalam hidup tentu saja berbeda dengan sekenario diatas, umumnya tidak semua sama fair diantara 100 orang tersebut. Akan ada saja orang yang lebih rajin, orang yang malas, orang yang berumur panjang atau yang mati muda. Belum lagi ditambah akan ada rasa bosan, puas,  baik buruk dan sebagainya. Dengan kondisi ini maka sesuai dengan kesepakatan semua komunitas, pihak pengotorisasi dilengkapi dengan perangkat hukum.

Misalkan saja Sistem semakin komplek dengan melibatkan otoritas keuangan seperti dalam gambar dibawah ini :

Gambar 1 : Kasus domain transaksi

Otoritas keuangan membangun sistem termasuk perangkat penegakan hukum jika ada orang yang lalai atas hak dan kewajibannya pada komunitas. Komunitas sepakat menamai uang chip mereka sebagai D. Dalam sistem yang kompleks ini, komunitas sepakat bahwa otoritas keuangan diminta untuk inisiasi chip dengan nilai tertentu sebagai offset 0 transaksi komunitas, misalnya 1000 D yang dimiliki oleh otoritas keuangan.

Pada kenyataannya jika ditelusuri lebih lanjut, semua sistem keuangan modern yang berlaku dewasa ini menganut paham nilai offset. Otoritas keuangan memiliki uang modern yang berasal dari uang backup emas. Uang ini sejatinya merupakan offset 0 dari transaksi komunitas saat itu.

Uang ini bisa ditransaksikan dalam komunitas. O1-O3 adalah orang yang bekerja dalam otoritas keuangan ini. Dari jasa mereka bekerja mereka mendapat masing-masing 10 D. Uang ini mereka gunakan untuk membeli jasa dari OP3 dan OP2. OP1 yang menggadaikan tanahnya ke otoritas keuangan akan mendapatkan 100 D. Uang ini digunakan untuk membangun lahan yang dikerjakan oleh OP2. O7 menyewa tempat yang sudah dibangun milik OP1. OP3 membeli barang dari P1. Uang ini digunakan untuk membayar O6 dan O7 serta masih memiliki sisa uang dalam chip P1 yang diotorisasi oleh Otoritas keuangan tersebut. P1 menggadaikan proposal ke otoritas untuk mendapatkan sejumlah uang D. O6 membeli barang dari P1. Barang ini hasil produksi yang merupakan buah usaha keras O4 dan O5.  Atas jerih payahnya O4 dan O5 mendapat upah dari P1.

Bagaimana kasus antara dua otoritas keuangan modern dan kondisi sistem keuangan modern saat ini akan dibahas dalam bagian berikutnya.

Salam,

-yohan-

Entry filed under: Sistem Ekonomi. Tags: , , , .

Sistem Keuangan Modern (Part 2) Sistem Keuangan Modern Part 4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: