Sistem Keuangan Modern (Part 2)

2 November 2010 at 6:14 pm Tinggalkan komentar

Berakhirnya sistem keuangan pramodern ditandai dengan munculnya perbankan modern awal tahun 1400-an. Secara perlahan uang emas yang secara langsung digunakan dan merupakan barang antara (buffer) pertukaran barang-barang yang diperdagangkan digantikan dengan uang dalam bentuk lain. Uang dalam bentuk lainnya ini bisa berupa kertas berharga, uang kayu atau catatan lainnya yang dikaitkan erat dengan jumlah emas yang dimiliki. Meskipun uang yang diedarkan bukan lagi emas itu sendiri, tetapi uang dalam era ini sebenarnya mewakili emas yang disimpan atau yang menjadi jaminan. Fleksibilitas sirkulasi dan keamanan penggunaan uang dengan cara ini meningkat dibanding era pramodern dan mampu mendukung perdagangan dunia sampai berakhirnya era revolusi industri.

Sistem Keuangan Semi Modern

Masa renaissance di Eropa memicu tumbuhnya kebutuhan-kebutuhan personal yang mungkin belum pernah ditemui pada era sebelumnya. Sementara itu di belahan timur, kekhalifahan Turki Ottoman dan Dinasti Ming baru mulai berkembang. Disamping kebutuhan individu yang mulai meningkat, jumlah penduduk dunia terus bertambah. Sampai sebelum revolusi industri penduduk dunia bertambah menjadi 700 juta. Jumlah yang hampir dua kali lipat sebelum sistem keuangan semi modern muncul.

Penggunaan uang emas secara langsung sebagai alat tukar perdagangan, mulai dirasakan memiliki beberapa kelemahan, yaitu : masalah sirkulasi, sulitnya mendapatkan kebutuhan alat tukar yang nilainya lebih kecil serta keamanaan distribusinya. Umumnya uang emas dibuat dengan berat tertentu dan tentu saja hal ini akan menyulitkan saat diperlukan pertukaran barang dengan jumlah tertentu yang nilainya lebih kecil dari berat uang emas yang dibuat.

Sirkulasi emas mudah terganggu, karena kaum yang mapan termasuk para penguasa, akan menyimpan emasnya dan jarang memanfaatkannya jika tidak benar-benar diperlukan. Padahal untuk kebutuhan perdagangan yang meningkat diperlukan jumlah uang emas yang cukup sebagai barang antara pertukaran barang.

Faktor keamanan membuat orang cenderung untuk menyimpan emas disuatu tempat yang lebih aman. Hal ini mendorong kebutuhan adanya suatu tempat penyimpanan emas. Namun sayangnya emas yang disimpan lebih banyak berfungsi sebagai simpanan saja yang jarang diambil oleh pemiliknya. Keadaan ini juga membuat emas yang beredar sebagai uang tidak optimal.

Ketiga faktor  tersebut diatas memicu tumbuhnya kebutuhan uang yang merupakan representasi dari emas yang disimpan. Representasi ini bisa berupa tulisan dalam kertas atau barang lainnya seperti kayu dan besi yang dikeluarkan oleh otoritas yang memiliki simpanan emas. Surat bukti simpanan emas ini lama kelamaan berlaku sebagai uang itu sendiri. Tetapi sejatinya uang adalah perwakilan dari emas yang disimpan.

Kebutuhan jumlah uang sebagai alat tukar perdangangan dan simpanan kekayaan terus meningkat. Lama kelamaan emas tidak lagi umum digunakan sebagai alat tukar secara langsung, karena digantikan dengan barang yang merupakan representasi dari emas yang disimpan. Bahkan ledakan penduduk pada era revolusi industri sampai dimulainya era revolusi informasi, menyebabkan kebutuhan uang terus meningkat. Rasio backup emas dengan uang yang ada tidak lagi 1:1. Tetapi bisa beberapa kali lipat. Rasio ini sebenarnya menggambarkan kebutuhan uang yang terus meningkat melebihi cadangan emas yang disimpan.

Tahun (Masehi) Jumlah Penduduk
1 200 juta
1406 400 juta
1750 700 juta
1971 3,7 Milyar
2010 6,9 Milyar

Tabel 1 : Perkiraan jumlah penduduk dunia pada tahun-tahun tertentu

Sumber http://www.worldhistorysite.com/population.html dan http://www.worldometers.info/population/

Jika kita lihat kembali tabel 1 mengenai perkiraan jumlah penduduk dunia, saat awal revolusi informasi pada tahun 1971 (dimulai pada pertengahan tahun 1900an), penduduk dunia sudah menjadi 3,7 Milyar jiwa atau lebih dari sembilan kali lipat dibanding saat era sistem keuangan pramodern dimulai. Era revolusi industri membuat miningkatnya kebutuhan masing-masing individu akibat munculkan barang-barang baru. Era awal revolusi informasi membuat keanekaragaman kebutuhan individu bahkan lebih tinggi lagi.

Kondisi tersebut menyulitkan otoritas keuangan untuk menyediakan dan sekaligus mengontrol jumlah uang yang dibutuhkan dan yang diedarkan. Karena jumlah uang mesti merepresentasikan cadangan emas yang disimpan dengan rasio tertentu. Sementara itu ketersediaan cadangan emas emas oleh seluruh bank sentral dunia tidaklah sepesat pertumbuhan penduduk dunia dengan pertumbuhan ekonominya.

Peningkatan permintaan emas oleh perorangan juga menambah kesulitan mempertahankan cadangan emas oleh bank sentral. Sejak bank sentral mengijinkan penjualan emas ke sektor perorangan atau swasta tahun 1966, persentase candangan emas bank sentral terhadap total cadangan emas dunia terus menurun , sementara kepemilikan oleh sektor perorangan terus meningkat.

Melihat kondisi diatas dank arena alasan kesulitan cadangan emas Amerika khususnya, pada tahun 1971, Presiden Nixon melepas keterkaitan USD terhadap cadangan emas. Kebijakan ini memberikan flexibilitas yang lebih memadai untuk pencetakan mata uang yang baru. Uang tidak lagi merupakan representasi dari emas. Inilah saat dimulai era baru sistem keuangan yang dikenal dengan sistem keuangan modern.

Salam,

-yohan-

Entry filed under: Sistem Ekonomi. Tags: , , , .

Sistem Keuangan Modern (Part 1) Sistem Keuangan Modern (Part 3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

November 2010
S S R K J S M
« Okt   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: