Sistem Keuangan Modern (Part 1)

31 Oktober 2010 at 10:47 pm Tinggalkan komentar

Sistem keuangan modern adalah sistem keuangan yang didasarkan pada catatan otoritas keuangan atas nilai barang atau jasa pada transaksi yang terjadi. Dalam hal ini, uang tidak diwakili oleh salah satu barang atau jasa itu sendiri. Uang juga tidak diwakili oleh nilai salah satu barang atau jasa tersebut. Uang adalah sekedar catatan otoritas keuangan atas nilai barang atau jasa yang ditransaksikan. Sistem ini dimulai saat uang dalam sistem perbankan tidak lagi dibackup dengan emas. Era ini dimulai pada saat  presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Bagaimana sistem keuangan modern dan bagaimana perkembangan kedepannya akan dibahas dalam tulisan ini.

Masa Pramodern

Sebelum dikenal adanya sistem keuangan, dalam perdagangan, manusia mempertukarkan barang secara langsung untuk mendapatkan barang yang sesuai dengan kebutuhannya. Pertukaran barang ini dikenal dengan sistem barter. Namun seiring dengan semakin banyaknya manusia dengan variasi tingkat kebutuhannya masing-masing, pertukaran barter tidak lagi mencukupi. Dalam periode ini digunakanlah barang yang dianggab paling bernilai dan bisa diterima oleh semua kalangan sebagai barang antara.

Periode ini dikenal dengan sistem keuangan pramodern. Masa ini ditandai dengan diterimanya emas dan perak sebagai barang perantara (buffer) transaksi perdagangan. Uang adalah emas atau perak itu sendiri. Nilai uang diwakili oleh berat dan karat emas atau diwakili oleh berat perak. Dalam era ini, uang merupakan barang antara (buffer) untuk transaksi pertukaran barang atau jasa yang diperlukan.

Mengapa emas dan perak bisa menjadi barang antara sistem barter? Disamping sifatnya yang relative tidak lekang oleh waktu di atmosfer bumi, berdasarkan sejarahnya sejak jaman Babilonia hingga jaman Mongolia, kepala berbagai sukuataupun raja-raja menginginkan barang yang paling indah yang bisa mereka dapatkan. Bagi mereka kebutuhan makan dan minum sangat terjamin dibanding golongan yang lain. Pada jaman ini tidak banyak barang bernilai selain makanan, tanah dan binatang peliharaan. Padahal dengan kemakmuran yang mereka capai, mereka menginginkan bentuk kekayaan yang mudah disimpan. Emas dan perak adalah barang germerlap yang relative tetap bentuk dan warnanya, menjadi barang yang sangat diinginkan oleh golongan ini. Sementara rakyat biasa merasa sangat cukup jika kebutuhan makan dan minumnya terpenuhi. Tetapi mereka akan sangat beruntung jika mendapatkan emas, karena barang ini sangat diinginkan oleh raja atau kepala suku mereka. Jadilah emas sebagai barang yang paling liquid di era ini.

Era ini dimulai sejak masa Babilonia berkuasa. Penguasa menjadikan emas dan perak sebagai barang perantara sistem barter yang sebenarnya. Sistem uang antara (buffer) ini juga diadopsi oleh Mesir, Yunani, Syria dan Romawi. Sekilas kekuasaan kerajaan-kerajaan atau kekaisaran-kekaisaran ini bertahan relative lama jika dibanding dengan kekuasaan kekaisaran sesudah awal masehi.

Lamanya kekuasaan mereka sedikit banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan populasi manusia. Jika kita perhatikan pertumbuhan peduduk dunia pada tabel 1 berikut, maka dari tahun 1 Masehi sampai dengan tahun 1406, terjadi pertambahan penduduk dunia menjadi 2 kali lipat. Ini artinya ada pertambahan sekitar 200 juta hanya dalam waktu 14 abad. Populasi yang sama yang dihasilkan selama 100 abad sebelumnya. Saat itu pertambangan emas tidaklah semasif pertambangan emas di era revolusi industri. Tetapi untunglah kebutuhan masyarakat sampai abad ke-14 disinyalir tidaklah sekompleks saat jaman renaissance muncul.

Tetapi dengan tambahan populasi dua kali lipat sejak awal masehi, perputaran dan distribusi jumlah emas juga sangat menentukan kelangsungan kekuasaan para raja-raja. Kekuasaan silih berganti, sejak era akhir Romawi, Ummayah, Abbasiah, Mongolia hingga  Sriwijaya dan majapahit di nusantara.

Tahun (Masehi) Jumlah Penduduk
1 200 juta
1406 400 juta
1750 700 juta
1971 3,7 Milyar
2010 6,9 Milyar

Tabel 1 : Perkiraan jumlah penduduk dunia pada tahun-tahun tertentu. Sumber http://www.worldhistorysite.com/population.html dan http://www.worldometers.info/population/

Sekali emas masuk ke masyarakat yang sudah cukup mapan, emas ini sulit kembali ke kas kerajaan selain dengan paksaan seperti pajak. Perputaran uang emas dan perak secara langsung tanpa sistem perbankan adalah sangat lambat dan bisa mempengaruhi stabilitas kekuasaan raja-raja. Saat ini sering kali kekaisaran menggunakan cara-cara kekerasan untuk memaksa rakyatnya membangun sesuatu tanpa dibayar, sebagaimana halnya pembangunan great wall oleh kekaisaran di china. Distribusi uang emas menjadi masalah yang pelik dan bisa membuat bangkrut kerajaan.

Karena kesulitan perputaran uang emas meningkat dengan semakin banyaknya populasi penduduk dunia, maka era pramodern ini berakhir pada sekitar tahun 1400-an ketika bank modern pertama kali didirikan.

Salam,

-yohan-

Entry filed under: Sistem Ekonomi. Tags: , , , , .

Uang dan Emas Sistem Keuangan Modern (Part 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2010
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: