Catatan Acara MuDIK IAE-ITB 2009: Alumni menambah Dana Abadi untuk Elektro menjadi Rp 1,25 Milyar

20 Oktober 2009 at 11:29 pm Tinggalkan komentar

P1030220Oleh : Yohan Suryanto, yohan@rambinet.com

Cibinong, 20 Oktober 2009

Pagi-pagi sekali, tanggal 17 Oktober 2009, panitia mengingatkan alumni Elektro melalui SMS untuk datang ke tempat MuDIK IAE-ITB. Program Halal-bihalal IAE-ITB yang biasanya dilaksanakan di Jakarta, kali ini dilaksanakan di kampus ITB, Bandung. Hal ini sesuai dengan tema Halal-bihalal tahun ini yaitu MuDIK, pulang kandang ketempat alumni pernah menimba ilmu semasa kuliah. Segera saya mempersiapkan diri dan menelpon temen untuk janjian berangkat ke Bandung.

Udara pagi yang segar mengalir pelan memenuhi rongga dada saat membuka gerbang rumah. Gemericik suara air mancur dari kolam kecil dan kicau burung di dahan pohon mangga menambah hidupnya suasana. Setelah berpamitan pada istri dan anak-anak, mobil saya pacu menuju persimpangan UKI tempat Arief W menunggu. Setibanya di UKI, sahabat saya sudah standby dan segera kami menuju rest area tol Cikampek untuk bertemu Danang. Kami bertiga segera berangkat ke Bandung dan menitipkan salah satu mobil di Cikarang agar kami bisa berangkat bersama. Perjalanan Cibinong-Bandung berkat adanya tol Cipularang dan JORR bener-benar terpangkas menjadi cuma 2,5 jam saja.

Obrolan kami bertiga yang seru membuat perjalanan Cikarang-Bandung tak terasa, pintu tol Pasteur sudah didepan mata. Setelah membayar tol, kami segera meluncur menuju kampus Ganesha. Hawa kampus yang sejuk masih terasa seperti dulu, saat kami menimba ilmu. Banyak baliho besar di depan gerbang ITB, menandakan kampus kita tak pernah sepi. Baliho Acara MuDIK dipajang dibagian tengah kiri, sangat besar, berjejer dengan baliho kegiatan-kegiatan lainnya. Kami langsung masuk ke kampus Ganesha yang gerbangnya masih seperti dulu dan dijaga oleh petugas Satpam yang ramah. Mobil kami parkir didekat lapangan basket yang bersejarah.

Pada jam 09.00, kami mengikuti rombongan pengurus IAE menuju ruang pertemuan STEI-ITB di gedung STEI lantai 2. Dekan STEI Prof Adang Suwandi yang murah senyum dan bersahaja menyambut rombongan dengan sangat ramah. Pengurus IAE-ITB menjelaskan maksud kedatangan rombongan kepada Dekan. Dekan berharap melalui Ikatan Alumni, terjalin hubungan yang lebih erat antara kampus dan alumni. Dalam kesempatan tersebut, Ketua IAE-ITB Arief Yahya, menjelaskan kemungkinan sumbangan IAE-ITB kepada lab konversi yang disanggupi oleh Ketua Bidang Energi Nur Pamudji (EL 79).

Rombongan kemudian menuju ruangan sekretariat IAE-ITB, tempat yang dulu pernah dipersiapkan oleh Prof Tati Latifah untuk Alumni. Ketua IAE-ITB dan Dekan STEI ITB bersama-sama menarik kain orange, penutup pintu ruangan, sebagai penanda diresmikannya ruang sekretariat IAE-ITB di Bandung. Momen ini menjadi penanda suatu hubungan yang lebih dekat antara almamater dengan Alumninya. Ketua IAE-ITB segera memasuki ruangan diikuti oleh semua pengurus IAE-ITB yang hadir. Dalam kesempatan ini Ketua IAE-ITB menyampaikan komitmennya untuk menggunakan ruangan sekretariat IAE-ITB untuk rapat pengurus setidaknya sekali dalam tiap tiga bulan. Rekan Elfi Malano bahkan tak sabar untuk segera mengajak alumni EL ’82 untuk meeting di sekretariat IAE-ITB agar dikenang sebagai angkatan pertama yang secara resmi menggunakan ruangan ini. Tak lupa pengurus memanjatkan do’a bersama, sebagai tanda berakhirnya acara peresmian sekretariat IAE-ITB tersebut.

Tepat jam 10.00, pengurus IAE-ITB menuju lokasi Halal-bihalal di Campus Centre Sayap Timur. Mereka disambut oleh penerima tamu yang ramah-ramah, yang dengan cekatan menyodorkan buku tamu dan menempelkan tanda pengenal. Ternyata rekan-rekan alumni yang lain sudah berkumpul di lokasi halal-bihalal tersebut, termasuk perwakilan angkatan 59 yang kebetulan menyelenggarakan acara di kampus ITB pada hari yang sama. Saya juga bertemu dengan Tridesmana, rekan angkatan ’93 yang berdomisili di Bandung. Tercatat lebih dari 200 alumni yang hadir yang kemudian mengisi ruangan dan tempat duduk yang disediakan panitia.

Acara dimulai dengan pembukaan yang langsung penuh dengan ger-geran begitu pembawa acara Elfi Malano (El ’82), yang sangat humoris, membuka obrolan tentang keelektroan dengan MC partnernya, mahasiswi jurusan komunikasi Unpad. Guyonan khas Loedroek yang menyentil kelektroan seperti mengalir begitu saja dari dedengkot MC Elektro ini. Justru yang membuat suasana lebih cair, ternyata MC partnernya tak kalah piawai mengimbangi gaya MC Elfi, sepertinya dia sudah tahu kelakuan anak elektro yang suka sedikit ‘jahil’ kepada mahasiswi Unpad ini.

Sesuai dengan deretan acara yang sudah disusun, Rekan Elfi Malano kemudian mempersilahkan Ketua Panitia MuDIK untuk maju ke podium. Ketua panitia MuDIK IAE-ITB, Yana S Raharja (El ’83), segera memberikan sambutan sembari mengucapkan terima kasih kepada alumni yang sudah rela MuDIK ke kampus ITB. Dekan STEI dalam sambutannya juga berpesan agar Elektro bisa menjadi salah satu lokomotif penghela kemajuan bangsa. Kemudian Ketua IAE-ITB, dalam sambutannya,  menyampaikan rasa optimisnya bahwa alumni melalui IAE-ITB bisa memberikan sumbangan dana abadi kepada Elektro sekitar Rp 5 Milyar dalam 4 tahun kedepan. Ok Champ!….Elektro!….Elektro!…..Elektro!, begitu ketua IAE memulai yel-yel Elektro yang disambut oleh peserta sebagai tanda persetujuan atas sikap optimisnya tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ketua IAE-ITB kemudian mendapuk Rekan Yana S Raharja untuk maju kedepan. Sesuai dengan rencana pembentukan Komisariat IAE-ITB Jabar, Ketua IAE-ITB mengusulkan kepada hadirin apakah Rekan Yana S Raharja disetujui untuk menjadi ketua IAE-ITB cabang Jabar. Hadirin serentak menjawab setuju. Begitu hadirin menjawab setuju, ketua IAE-ITB segera mengesahkan pembentukan Komisariat IAE-ITB Jabar dengan ketua periode 2009-2013 adalah Yana S Raharja (El ’83).

Ketua IAE-ITB kemudian memperkenalkan jajaran pengurus IAE-ITB periode 2009-2013 yang diwakili oleh :

* Suluh T Rahardjo (El ’86), Sekretaris Jenderal
* Gunadi Supeno (El ’86), Bendahara
* Arman Hazairin (El ’89), Ketua Program Bisnis
* Mustopa Wangsaatmaja (El ’80), Ketua Program Rekayasa
* Indra Utoyo (El ’80), Ketua Dewan Pakar
* Abdus Somad Arief (El ’81), Ketua Program Sosial
* Adi Irianto (El ’81), Ketua Komunikasi & Informasi
* Yana S Raharja (El ’83), Ketua Komisariat IAE-ITB Jabar

Ketua Panitia Amal-4-Alma, Suluh T Rahardjo, kemudian berbagi cerita tentang pengamalamannya selama mengumpulkan dana Amal-4-Alma. Sejak dibuka tanggal 26 Agustus 2009, beberapa angkatan mengirimkan dana sumbangan dalam angka yang unik yang menggambarkan angkatannya. Angkatan ’72 bahkan sempat ‘sewot’, karena selama ini angkatan 72 sudah menyumbang lebih dari 10 kali kepada Elektro. “Apakah angkatan muda mau menyumbang seperti angkatan ’72?” begitu komentar perwakilan angkatan ’72. Tetapi dasar angkatan ini adalah angkatan yang memang solid, meskipun sempat sewot tetap saja menyumbang dalam program Amal-4-Alma. Di hari jum’at sore, saat bank mau tutup, ada beberapa angkatan yang sengaja menstransfer sumbangannya. Hal ini membuat panitia sedikit kelabakan dan mesti menyesuaikan rangking daftar penyumbang yang bisa berubah untuk komsumsi hari Senin. Sampai ditutup tanggal 21 September 2009, dana Amal-4-Alma terkumpul sebesar Rp 550 juta rupiah.

Dana Alma-4-Alma kemudian secara resmi diserahkan oleh Ketua Panitia IAE-ITB kepada Dekan STEI untuk dikelola oleh SKD ITB. Dengan demikian dana Endowment Fund bersyarat dari Elektro, genap menjadi 1,25 Milyar rupiah. Angka ini menempatkan Alumni Elektro sebagai penyumbang Endowment Fund bersyarat yang terbesar di ITB.

Pembawa acara kemudian mempersilahkan Alumni untuk ke balkon bawah, tempat panggung hiburan dikemas. Abah Iwan Abdulrachman memulai acara dengan mengibarkan bendara merah putih dan mengajak semua hadirin untuk menyanyikan lagi Indonesia Raya. Pembukaan ini adalah cara Abah Iwan Abdulrachman memulai prosesi penampilannya, disetiap kesempatan tak terkecuali di acara MuDIK IAE-ITB ini. Alumni dibuat terkesima dengan alunan lagu “Melati dari Jaya Giri” yang diiringi dengan petikan gitar khas Abah Iwan. Disusul lagu “Burung Camar”, yang merupakan lagu gubahannya yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata. Yang membuat suasana menjadi khas adalah disela-sela dendang lagunya, Abah Iwan menjelaskan tentang latar belakang dan makna dibalik lagu-lagu yang dibawakannya. Termasuk lagu “Mentari” yang pertama kali didendangkannya saat ITB diduduki oleh Militer saat terjadi konflik tahun 70-an. Dendang lagu Abah kemudian disudahi dengan tembang lagu yang berlirik “Bintang-bintang telah mengajar kita arti kesetiaan”.

Alumni dipersilahkan makan siang prasmanan dan beberapa menu kecil khas Bandung, sambil diiringi musik penghibur. Pada jam 13.00 acara kemudian ditutup dengan acara salam-salaman sambil berputar seperti acara halal-bihalal pada umumnya.

Selanjutnya pengurus dan alumni melakukan acara bebas. Ada yang langsung pulang dan ada juga yang muter-muter sekitar kampus. Alumni yang menjadi Panitia Golf IAE-ITB 2009, melanjutkan pertemuan ditempat yang sama untuk membahas persiapan pelaksanaan Golf IAE 2009.  Saya sendiri bersama Arief W pergi ke kantin Salman. Membeli tiga gelas yoghurt yang harganya Rp 2500 saja. Kami melanjutkan perjalanan dengan melihat-lihat sekeliling kampus, ke depan gedung PLN. Di sana ada segerombolan mahasiswa yang sedang berkumpul membahas kegiatan kemahasiswaan. Kemudian kami pergi ke perpustakaan yang sedang direnovasi. Diantara gedung PAU-ITB dan Perpustakaan, berjejer tempat unit kegiatan mahasiswa. Nampak sore itu sekelompok mahasiswa berkumpul di UKM-UKM yang mereka ikuti.

———

Entry filed under: Alumni. Tags: , , , , , .

Contoh Kasus Tinjauan Redefinisi Relativitas Khusus Redefinisi STR : Sebuah Penjelasan Kasus Percobaan Michelson Morley

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: