IAE-ITB Memberi santunan kepada Anak Yatim Piatu

21 September 2008 at 5:09 pm Tinggalkan komentar

Oleh Yohan Suryanto
yohan@rambinet.com
20 September 2008
__________________________________________________________________________

Hari Sabtu yang cerah, tanggal 20 September 2008, saya sempatkan kaki melangkah menuju masjid Pondok Indah, tempat dimana panitia pemberian santunan kepada anak yatim piatu IAE-ITB melakukan kegiatannya. Sesampai di lokasi sekitar jam 11 WIB, saya melihat Suluh Rahardjo beserta panitia lainnya, sedang asyik menggunting voucher untuk diberikan kepada anak yatim piatu. Senyumnya yang khas hampir tidak berubah sejak saya mengenalnya pertama kali ketika IA-ITB ikut acara Kuis Siapa Berani September 2003, sebagai humas IAE-ITB dia dengan sabar dan telaten membantu panitia menggunting voucher senilai masing-masing 50 ribu rupiah dalam pecahan seribu sebanyak 5 lembar, lima ribu sebanyak 3 lembar, sepuluh ribu, dan dua puluh ribu rupiah. Ya, acara gunting voucher ini seperti menjadi sebuah jamuan teh hangat, dan voucher ini sebagai teh hangatnya yang disruput oleh para penikmat dengan rentang beda usia 23 tahun, dari angkatan yang paling muda alumni 2002 sampai alumni angkatan 79.

Adzan dhuhur berkumandang, rekan-rekan yang muslim bergegas mengambil wudhu dan sholat berjamaah. Tak lama kemudian, rombongan anak yatim piatu dari Cibubur  memasuki halaman masjid Pondok Indah menggunakan angkutan bis milik AU yang dipinjam Ivan dari temannya. Disusul oleh rombongan anak yatim piatu dari Bogor yang ditemani oleh Eky menggunakan bis pariwisata. Mungkin karena ada yang tidak biasa melakukan perjalanan jauh atau karena bis yang digunakan terlalu bagus lengkap dengan fasilitas full AC, ada satu peserta dalam rombongan ini yang sempat pingsan. Eky dengan telaten dan dengan penuh tanggung jawab membopongnya, membawa ke klinik masjid Pondok Indah, mencari obat magh karena diduga salah satu penyebab pingsannya ada unsur sakit magh, dan memastikan kondisinya pulih kembali.

Acara segera dibuka oleh Reza Kahar sebagai pembawa acara, dihadiri oleh Ketua IAE-ITB Rinaldi, Sekjen IAE-ITB Susilo, Ketua II Elfi Malano dan rekan-rekan alumni lainnya. Acara dilakukan secara lesehan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua panitia Ivan Sudirman, sambutan ketua IAE-ITB, pembacaan ayat  Al-qur’an, siraman rohani oleh Afandi Ris, pemberian santunan secara simbolis, dan diakhiri dengan acara santai di bazar ramadhan.

Jumlah anak yatim piatu yang menerima santunan berjumlah 50 orang dari Cibubur dan 47 orang dari Bogor, seperti disampaikan Ivan Sudirman dalam sambutannya. Ketua IAE-ITB, dalam sambutannya, sempat menanyakan adakah diantara peserta yang pernah ke Pondok Indah sebelumnya? Suasana terdiam sejenak, setelah ditunggu beberapa saat, tak ada satupun peserta yang menjawab pernah. Hal ini memang sesuai dengan rencana panitia, dimana selain ajang ini merupakan acara santunan kepada anak yatim piatu, acara ini sekaligus juga merupakan ajang rekreasi bagi mereka. Hal ini tergambar juga dengan betapa sepanjang perjalanan, Eky dengan sangat antusias menjelaskan nama-nama daerah dan jalan yang dilalui oleh peserta dari Bogor. Dalam kesempatannya, Ustad Afandi Ris, berpesan kepada peserta bahwa kita mesti bersyukur sekalipun kita adalah anak yatim piatu, karena nabi Muhammad juga pernah menjadi anak yatim piatu, karena seperti halnya hari ini masih ada yang memberikan santunan, dan yang penting rukun dengan sesama teman.

Santunan diberikan secara simbolis kepada 2 orang perwakilan anak yatim dari Cibubur dan Bogor oleh ketua IAE-ITB, masing-masing senilai 150 ribu rupiah yang terdiri dari uang tunai 100 ribu dan voucher senilai 50 ribu. Selanjutnya peserta menuju bazar ramadhan, dan dibiarkan mencari barang-barang sesuai dengan prioritas kebutuhannya masing-masing seperti kopiah, sandal, pulpen, kaus, kerudung, buku tulis, buku bacaan, dan lain-lain.

Acara kemudian ditutup oleh pembawa acara dan rekan-rekan alumni pulang kembali, senang menyaksikan anak-anak yatim bahagia menerima santunan sekaligus jalan-jalan ke pondok indah, memilih sendiri barang yang diinginkan dan pulang kembali ke bogor dan Cibubur.

Salam,
-yohan-

Entry filed under: Alumni. Tags: , , , , .

Memulai Langkah Kecil dengan Mimpi Besar Gamangnya Makna Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2008
S S R K J S M
« Jul   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: