Memulai Langkah Kecil dengan Mimpi Besar

15 September 2008 at 11:49 pm 3 komentar

Oleh : Yohan Suryanto

yohan@rambinet.com

_______________________________________________________________________________

Apa yang sudah dilakukan oleh Alumni ITB untuk Negara dan bangsa Indonesia tidak bisa kita anggap remeh. Banyak jabatan menteri, anggota DPR, dan pejabat Pemerintahan yang pernah dan masih dipegang oleh Alumni ITB. Bahkan jabatan Presiden pun alumni ITB pernah menjabatnya. Tetapi, apakah alasan Indonesia saat ini masih dalam jajaran negara berkembang dengan prestasi ekomoni yang kurang menggembirakan karena alumni ITB memang tidak banyak atau karena ada alasan yang lain. Sementara Soekarno hanya meminta 10 pemoeda yang cakap untuk membangun negeri ini agar menjadi negeri yang makmur. Apakah jumlah menteri, anggota DPR, dan pejabat pemerintahan dari alumni ITB kurang dari angka 10 itu. Jika dilihat sekilas, jumlahnya tentu lebih lebih dari itu. Dari hal kecil sampai hal besar sudah mereka lakukan dan sudah mereka selesaikan. Mulai dari menunaikan jabatannya agar sesuai dengan key indicator performance yang disyaratkan, menjalankan berbagai acara seminar, silaturahmi, sampai acara peringatan tujuh belasan, sudah dilakukan. Tapi hari ini kita lihat Indonesia belum bisa membangun negara dan bangsanya sebaik Singapore mengelola wilayah kecil dengan penduduknya yang hanya seperempat dari penduduk Jakarta.

Yang jelas, setiap komunitas memiliki kelebihannya sendiri-sendiri. Ada keterbatasan energi yang harus disadari, dan harus kita arahkan bersama untuk hal-hal yang belum atau yang tidak bisa dilakukan oleh hanya satu komunitas saja. Tidak semua hal lebih cocok jika hanya ‘mulai lah dari diri sendiri’, ‘mulai lah dari hal-hal kecil’, ‘mulai lah dari sekarang’, seperti yang disampaikan oleh Ibu Betti.  Tanpa roadmap, hal-hal kecil ini hanya tumbuh seperti perdu, tidak bisa tumbuh seperti pohon oak yang tinggi menjulang dan berumur sangat panjang. Hal-hal kecil seperti memperbaiki jalan didepan rumah kita, biarlah tugas PU untuk memperbaikinya. Tugas kita adalah membayar pajak, agar petugas PU memiliki dana untuk melakukan tugasnya tersebut.

Yang bisa dilakukan dalam mailing list, mungkin cukup dengan cara menulis dan sharing mimpi dan memberikan masukan. Membantu memperbaiki nasib bangsa dengan sumbangan pemikiran. Mereka yang berebut uang zakat di Pasuruan, tragis memang, tapi mereka juga melakukan ‘hal-hal kecil yang dimulai dari sekarang’ juga. Mereka berjumlah setara dengan jumlah anggota mailing list ini, coba bayangkan jika yang dibagikan adalah USD 30.000,- perorang, karena 1 USD= 1 Rp, mungkin Pak Irsal juga bakalan menyempatkan diri untuk antri he…he….Jikalau hal ini yang menjadi fokus kita, karena merupakan ‘hal-hal kecil’ yang sangat mungkin kita lakukan seperti memperbaiki lubang didepan rumah kita masing-masing, semua anggota mailing list yang 5000 orang boleh menyumbang kepada 1 orang di Pasuruan yang antri tersebut. Lantas akan ada 5000 kelompok lagi yang akan dan perlu kita tolong, dengan hal kecil apa lagi kita akan menolong 5000 anggota kelompok lainnya. Sebagai permulaan kita bisa mulai dari mimpi, membuat roadmap baru. Bermimpi bahwa kita menjadi negara makmur loh jinawi.

Ya langkah kita memang setapak demi setapak. Tapi bisakan kita membuat langkah setapak yang merupakan langkah dari segenap bangsa. Seperti saat NASA mendaratkan manusia pertamanya di bulan. Tidak dipungkiri, itu adalah langkah semua bangsa Amerika yang mendarat di bulan. Kita pernah melakukannya. Susi Susanti ketika menjuarai olimpiade, itu adalah langkah kecil Susi, tetapi langkah kecil itu adalah langkah semua bangsa Indonesia. Kita tidak harus memulai dari diri sendiri, biarkan pemikiran yang ada kita perbaiki. Biarkan program yang berjalan kita teruskan. Menjadikan tumbuh perlahan sebagai pohon oak, bukan perdu.

Mari kita mulai dari mimpi besar. Mari kita mulai membuat roadmap besar yang menulari pikiran tiap anggota alumni ITB. Mimpi yang kemudian akan sanggup menselaraskan semua pola pikir anak bangsa, demi kemakmuran bangsa Indonesia. Pikiran yang besar ini akan sanggup menjadi wadah bagi hal-hal kecil agar menjadi satu komponen dari jutaan sel-sel otak yang indah.

Salam,
-yohan-
El’93

Entry filed under: General. Tags: , , , .

Catatan Buka Puasa Bersama IA-ITB, Minggu 14 September 2008 IAE-ITB Memberi santunan kepada Anak Yatim Piatu

3 Komentar Add your own

  • 1. used to admire you  |  17 September 2008 pukul 7:48 am

    to be honest Mr. Yohan, what if i’m not ITB’s alumni? is that mean that i can’t take my part to change this nation into a better place to live?. a house is not build with a single rock.

    Balas
  • 2. yohans  |  18 September 2008 pukul 10:11 am

    Sure, of course you can take your part to make this nation a better place to live. ITB’s alumni in this scrip only a sample when I talk to ITB’s alumni community, ITB’s alumni is only a part of a whole.

    Balas
  • 3. natal hutabarat  |  6 September 2009 pukul 11:44 pm

    kalau rakyat dan pemerintah NKRI tidak mau munafik pasti negara ini bisa cepat maju seperti yang dicita2kan Soekarno.
    intinya itu ajah, tidak munafik.
    bilang itu ama pemerintah atau para pejabat, tidak usahlah munafik. jangan terlihat rajin menjalankan ibadah dan kegiatan sosial, tetapi di dalamnya busuk dan munafik.
    karena itu Indonesia ga bergerak maju🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

September 2008
S S R K J S M
« Jul   Agu »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: