Mendiskusikan SARA

13 Juni 2008 at 10:13 pm Tinggalkan komentar

Bagi saya, SARA (Suku Agama Ras dan Antar golongan) meskipun menampilkan ciri-ciri perbedaan yang mudah dikenali seperti unsur Suku atau Ras yang menampilkan ciri budaya kelompok dan ciri-ciri fisik manusia, bukanlah sesuatu yang patut ‘dilupakan’ dan dibiarkan tumbuh berkembang apa adanya dalam konteks kebangsaan. Perbedaan itu tidak boleh menjadikan SARA sebagai sesuatu yang tabu dan sensitive untuk dibahas. Karena bagaimanapun SARA adalah salah satu komponen pembentuk bangsa Indonesia. Sebagai salah satu komponen kebhinnekaan kita, SARA tidak boleh dibiarkan tenggelam dan terpinggirkan oleh image sensitive dan menakutkan yang makin lama makin dilekatkan pada SARA sebagai kata.

Banyak contoh perbedaan yang kasat mata bukanlah hal tabu untuk dipelajari. Banyak hal perbedaan yang kasat mata perlu kita kenali bukan untuk memilih mana yang absolut terbaik dan mana yang tidak. Perbedaan yang menyangkut ciri-ciri fisik manusia bukanlah monopoli SARA, tetapi juga hal lainnya termasuk masalah Umur dan Gender.

Umur membawa pada ciri-ciri fisik, termasuk kemampuan manusia tiap jenjang umur juga berbeda-beda. Saat manusia berada dalam masa bayi memiliki karakter umum sebagai bayi dan tentu saja perlu penanganan tertentu yang disesuaikan, umur sekolah memiliki karakter dan penanganan tertentu juga, umur kerja dan masa tua juga demikian. Bukan mencari umur mana yang terbaik absolut bagi kita, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengetahui perbedaan-perbedaan ini untuk lebih menghargai setiap jenjang umur. Masing-masing memiliki peran dalam masa dan tahapannya. Masing-masing akan menjalin membentuk harmoni dalam kehidupan kita dan yang lebih penting member makna pada kita sebagai manusia.  Begitu juga dengan Gender, jelas sekali perbedaan fisik antara Wanita dan Pria. Bukan mencari konteks siapa yang absolut terbaik diantara Pria dan Wanita yang menjadikan pengenalan Gender ini penting. Tetapi konteksnya adalah bagaimana antara Pria dan Wanita bisa saling melengkapi.

Dalam ilmu kimiapun kita mengenal banyak sekali unsur-unsur kimia, mulai dari Hidrogen sampai Plutonium. Mengenal Hidrogen bukan untuk mencari keunggulan absolut Hidrogen atas Plutonium, tetapi mencari dalam konteks apa Hidrogen dan Plutonium dalam konstelasi rangkaian unsur-unsur lainnya bisa membentuk apa yang kita kenal dengan kehidupan yang lebih baik.

Salam,
-yohan-

Entry filed under: General. Tags: , .

Masukan untuk Penataan Frekuensi BWA III (2,3 GHz – 2,5 GHz)< Keberagaman kita, SARA, dan Arah Pendekatannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Juni 2008
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: