Catatan Pembukaan Industrial R&D Expo

30 April 2008 at 2:01 am 1 komentar

Cikarang, tanggal 29 April 2008

Kemarin pagi jam 09.30 berlangsung acara pembukaan Industrial R&D Expo’08 di Plaza JB Jababeka oleh Menristek Kusmayanto Kadiman. Sebelum jalan-jalan pada sore harinya ke kawasan industri Surya Cipta City di Karawang, saya kebetulan sempat datang keacara tersebut sambil batikan sebagai salah satu penggemar kegiatan R&D🙂.

Sekilas yang saya tangkap dari keterangan Presdir Jababeka, Bpk Dharmono, Cikarang merupakan kawasan tempat sekitar 1300 industri dengan berbagai macam produk melakukan kegiatannya, dengan ownership yang mewakili 27 negara. Expo ini adalah untuk pertama kalinya dan diwaktu mendatang akan dibangun tempat khusus diatas lahan seluas 24 Ha untuk Expo Industri di Kawasan Cikarang.

Dalam kesempatan tersebut, Menristek Kusmayanto Kadiman, menyampaikan bahwa ABG (Akademisi Bisnis dan Gov) dalam berkontribusi untuk  M (Masyarakat) perlu memperhatikan 3+1 faktor eksternal. Ketiga faktor yang dimaksud adalah :

1.      Gonjang-ganjing nilai tukar USD, sementara rupiah yang berafiliasi kuat pada USD.
2.      Harga Minyak mentah yang cenderung naik, padahal berdasarkan kajian, setiap kenaikan 1 USD/barrel akan menaikkan subsidi sebesar 2 Trilyun.
3.      Berkurangnya pasokan pangan di dunia, meskipun dalam beberapa bulan terakhir di Indonesia. ada laporan pertumbuhan produksi beras yang mengalami peningkatan 4,7% dibanding periode yang sama pada tahun 2007.
Dan ditambah +1 faktor, yaitu menghangatnya suhu politik menjelang pemilu 2009.

ABG harus gaul satu sama lainnya, sebagaimana ABG-ABG sekarang yang suka gaul J. Maksudnya agar para ABG ini memiliki protokol yang sama dalam berkomunikasi. Tidak seperti selentingan yang kerap kita dengar,  misalnya pada acara makan-makan bersama, kelompok A jadi minder semeja dengan kelompok B.  Masalahnya, begitu giliran disodori bill-nya, ada saja alasan bagi A untuk menghindar, dengan pura-pura telp dan sebagainya. Sementara B berangkapan bahwa A hanyalah merupakan cost yang tidak menyumbangkan peningkatan revenue perusahaan. Jika orang B datang ke G, terbayang dibenak B bakalan dipersulit dengan cara apalagi nich, sementara dalam bayangan G yang terbayang adalah bagaimana potensi aliran dana bisa masuk. Jika orang A datang ke orang G, yang terbayang dibenak G adalah mau minta sumbangan apalagi nich, dan sebagainya. Seharusnya selentingan-selentingan ini lambat laun akan berkurang seiring semakin gaulnya antara A, B, dan G tersebut.

Menristek juga menekankan pentingnya memperbesar pendapatan Negara dengan memperbesar volume industri nasional. Pendapatan Negara bisa diperbesar dengan meningkatkan faktor penambah atau meningkatkan faktor pengurang. Faktor pengurang yang dimaksud adalah dengan meningkatkan setoran pajak. Sementara dalam pajak ini ada sebuah pameo yang menyebutkan bahwa departemen pajak seperti berburu dikebun binatang, binatangnya sudah dikerangkeng, diburu ya pasti kenanya, tapi binatangnya pada kurus-kurus nggak keurus J. Yang kedua adalah dengan peningkatan volume industri. Jika dari hasil kajian misalnya, ternyata dengan insentive pembebasan pajak disektor komponen akan memberikan dampak pada perkembangan industri berikutnya yang lebih besar,  yang pada akhirnya meningkatkan pajak dari industri tersebut secara keseluruhan, ya kenapa tidak sektor komponen tersebut diberikan insentive keringan pajak.

Saya juga sempat ngobrol dengan Rektor President University,  Prof Oemar Said, yang menjelaskan bahwa mahasiswa PU 30% adalah warga Negara asing. Mereka ini jeli melihat peluang. Yang menarik adalah pendapatnya mengenai pendidikan LEMHANAS, kalau bisa juga untuk orang perwakilan Negara-negara tetangga. Agar konsep mengenai Ketahanan Nasional yang kita anut juga dipahami oleh Negara-negara lainnya. Daripada mereka mendapatkan dari berita intelejen, dan mencurigai segenap strategi pertahanan kita termasuk misalnya dengan pengembangan kapal selam bertenaga nuklir, sekalian saja kita berikan wawasan kenapa bangsa Indonesia menganut konsep Ketananan Nasional seperti itu kepada mereka.

Kemudian perjalanan saya lanjutkan ke Surya Cipta City Industry di Karawang yang kawasannya juga asri, tidak kalah jauh dari segi fisik dengan kawasan industri di Penang Malaysia. Cuman kebayang, kawasan seluas dan selebar itu tidak memiliki fasilitas bandara didaerah Cikrang atau Karwang yang juga bisa menjadi icon Jakarta.

Salam,
-yohan S-

Entry filed under: General. Tags: , .

Pajak dan Mata Uang USD Krisis Energi Sektor BBM dan Langkah-langkah Penyelesaiannya

1 Komentar Add your own

  • 1. nunun  |  17 Desember 2008 pukul 1:37 am

    suksek untuk Mas Yohan…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: