Pajak dan Mata Uang USD

20 April 2008 at 10:12 am Tinggalkan komentar

Oleh : Yohan Suryanto
Ref 1.1

USD sebagai world currency defakto sejak berakhirnya perang dunia kedua

Pada masa berakhirnya perang dunia kedua, cadangan emas Amerika meningkat sampai lebih dari 50 % cadangan emas dunia. Kondisi ini telah mengubah peta cadangan emas dunia sebelum perang dunia kedua yang awalnya dikuasai oleh eropa berkat sistem penjajahan berabad-abad lamanya. Dengan sistem mata uang yang dikaitkan dengan emas, sejak berakhirnya era perang dunia kedua, mata uang USD menjadi rujukan utama mata uang dunia lainnya. Karenanya USD kemudian menjadi mata uang defakto perdagangan dunia.

Sementara itu cadangan emas oleh seluruh bank sentral dunia antara tahun 1948 sampai 1966 hanya tumbuh sekitar 1,33 % pertahun, dimana pada tahun 1948 berjumlah 30.167 ton dan tahun 1966 mencapai puncaknya dengan cadangan sebesar 38.253 ton. Pertumbuhan produksi emas rata-rata yang dimiliki oleh seluruh bank sentral pertahun tersebut, masih dibawah pertumbuhan ekonomi dan juga dibawah laju pertumbuhan penduduk dunia (angka pertumbuhan penduduk saja sekitar 1,89% antara tahun 1950 sampai 1965). Kondisi ini dipandang kurang menguntungkan Amerika sebagai pemegang defakto mata uang dunia, karena Amerika tidak bisa mencetak uang semaunya untuk mengimbangi permintaan uang karena pertumbuhan ekonomi dunia dan juga pertumbuhan penduduk dunia tersebut.

Peningkatan permintaan emas oleh perorangan juga menambah kesulitan mempertahankan cadangan emas oleh bank sentral. Sejak bank sentral mengijinkan penjualan emas ke sektor perorangan atau swasta tahun 1966, persentase candangan emas bank sentral terhadap total cadangan emas dunia terus menurun , sementara kepemilikan oleh sektor perorangan terus meningkat. Tahun 1966 kepemillikan emas oleh sektor perorangan atau swasta mencapai 49,4% dan meningkat menjadi 81,8% pada tahun 2007 (sumber : www.321gold.com).

Melihat kondisi diatas, pada tahun 1970, Presiden Nixon melepas keterkaitan USD terhadap cadangan emas. Kebijakan ini memberikan flexibilitas yang lebih memadai untuk pencetakan uang USD yang baru, seiring dengan meningkatnya permintaan akan USD. Ini mirip dengan sesuatu yang kita gambarkan dalam tulisan sebelumnya ‘uang dan kemakmuran NKRI’ yang menggambarkan bahwa untuk setiap $ yang dipegang oleh penduduk Negara lain, negeri Paman Sam punya hak untuk mencetak uang USD dengan jumlah yang setara dengan jumlah uang yang dipegang. Sebagai konsekuensinya, sejak saat itu Amrik memiliki keleluasan untuk mencetak uang, yang diyakini bisa lebih dari 10% pertahun berkat pertumbuhan ekonomi dunia.

Bank Sentral Amerika mulai menarik ‘pajak’ dari pertumbuhan ekonomi dunia

Pada jaman dahulu, saat jumlah penduduk dunia sangat kecil dibandingkan dengan luas lahan dan sumber daya lainnya, pada tahun 0 M hanya terdapat sekitar 200 juta jiwa, membuat emas relevan sebagai simbul utama persepsi kemakmuran sebuah bangsa. Dengan semakin banyaknya penduduk dunia (6 Milyar pada tahun 2000), serta keterbatasan lahan, sumber bahan pangan, sandang, dan papan, serta keterbatasan sumber energi yang siap pakai, menjadikan persentase ketertarikan orang akan emas juga menurun. Emas bukan lagi merupakan persepsi kemakmuran atau ketangguhan suatu bangsa untuk menghadapi tantangan dimasa yang akan datang. Persepsi kemakmuran lebih mengarah pada pemenuhan kebutuhan, kumpulan kreatifitas dan keyakinan suatu bangsa bisa survive dimasa yang akan datang. Keterkaitan uang dengan emas hanya akan mereduksi persepsi kemakmuran suatu bangsa atau daya tahan suatu bangsa pada benda yang bukan lagi merupakan perespsi kemakmuran utama suatu bangsa.

Tetapi dengan kondisi USD sebagai defakto world currency, membawa konseksunsi yang lain. Setiap 1 $ yang dipegang oleh penduduk Negara lain, karena usaha yang tidak mengengal lelah, membawa konsekuensi bahwa negeri Paman Sam berhak untuk mencetak 1 $ juga. Dengan pertumbuhan ekonomi dunia sesudah perang dunia kedua, Amerika diperkirakan bisa mencetak uang setidaknya 10 % pertahun tanpa penurunan nilai $ yang berarti. Dan ini adalah jumlah sangat besar jika mengingat uang USD yang berkeliaran saat ini bisa mencapai  20 Trilyun USD, ini berarti mesin uang Amerika bisa menghasilkan 2 Trilyun USD pertahun.

Dengan cara ini Amerika melalu bank sentralnya sudah menarik ‘pajak’ dari dunia atas jasa menggunakan uang USD setidaknya sebesar 2 Trilyun USD per tahun. Tentu saja ini bisa menutupi defisit ekspor-import negeri paman sam yang tahun 2006 berjumlah 400 Milyar USD. Uang yang ditarik oleh US saat ini, setidaknya bisa setara dengan cadangan $ yang dimiliki oleh Cina dan Negara-negara lainnya.

Sebelum tahun 1945, kita dijajah bangsa lain juga awalnya karena hal yang sepele, karena rempah-rempah yang kita miliki. Bangsa Indian dijajah bangsa Eropa, juga karena hal sepele. Karena Colombus ingin berpetualang mencari daratan baru beserta emasnya, nasib sial bagi suku asli Amerika, mereka menemukan benua Amerika beserta bangsa Indiannya tahun 1492 dan sekaligus mulai menjajahnya.

Kini pembayaran upeti oleh negara-negara lain sejak tahun 1970, bukan lagi karena kekerasan senjata atau dalam bentuk kedatangan bangsa asing menguasai kekayaan penduduk setempat, tetapi datang atas nama defakto world currency atau globalisasi. Cara yang lebih halus yang memungkinkan Negara maju lebih leluasa menguasai sumber daya yang dimiliki oleh negara lainnya secara legal. Atas nama mata uang, masyarakat dunia sudah menyetor upeti setidaknya 10% pertahun kepada Amerika melalui bank sentralnya.

Masa depan USD

Kondisi pembayaran ‘pajak’ tersebut, sudah disadari oleh pemimpin-pemimpin dunia lainnya, dan terbukti dengan munculnya EUR. Kesadaran pemimpin-pemimpin dunia akan perlunya kesetaraan uang, yang ditandai dengan kelahiran EUR akhir tahun 1999 nampaknya akan menghapus kebebasan bank sentral Amerika mencetak USD tanpa konsekuensi penurunan nilai USD seperti yang terjadi antara tahun 1970 sampai tahun 2000.

Pemilik kekuatan-kekuatan sumber daya kehidupan dunia lainnya, diantaranya : Cina, Rusia, India, dan Indonesia tentu dimasa-masa yang akan datang tidak akan rela lagi menerima keadaan pembayaran ‘pajak’ ini. Ditambah dengan kondisi Amerika akhir-akhir ini sebagai defisit impor dan kondisi guncangan ekonomi  dengan kambing hitam subprime mortgage dewasa ini dan ditambah kasus semacam Enron, mulai meruntuhkan kepercayaan dunia akan USD.

Arah bahwa USD bukan lagi akan menjadi mata uang global semakin jelas. Ini artinya ketergantungan masyarakat dunia pada USD semakin berkurang. Terlebih lagi karena bank sentral Amerika sangat sulit menghapus USD yang sudah terlanjur beredar, maka penurunan nilai USD yang lebih cepat merupakan hal yang sulit dihindari. Ini sudah terbukti dengan EUR yang mengalami penguatan terhadap USD dalam 7 tahun terakhir sejak diciptakan, saat ini mencapai 1,6 USD per EUR.

Masa depan rupiah yang lebih cerah

Nilai USD akan terus merosot, seiring dengan kepercayaan dunia yang menurun terhadap bank sentral Amerika yang bisa saja mencetak uang berlebihan atau atas kesadaran pembayaran ‘pajak’ kepada Amerika. Ini adalah kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk bisa mengkonversi segala kekayaan yang dimiliki NKRI dalam bentuk rupiah, melakukan pekerjaan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat NKRI, yang pada gilirannya menemukan kembali kekuatan rupiah.

Hutang-hutang NKRI yang tercatat dalam USD, nilainya akan terus turun, akan mempermudah anak cucu kita untuk melunasinya. Dengan pertumbuhan penduduk, harga tanah dan segala kekayaan alam lain akan bertambah. Pertambahan nilai ini bisa dikaitkan dengan rupiah, yang pada gilirannya akan membawa peningkatan nilai rupiah, maka kita akan bisa membayar lunas hutang-hutang dalam USD ini dengan lebih mudah.

Negara-negara yang sedang membangun, tentu membutuhan material, energi, dan makanan yang dibutuhkan untuk kelangsungan proses pembangunan mereka. Jika mereka mengejar kemakmuran, dengan sumber daya yang lebih terbatas dibanding kita, kita bisa menjual kelebihan kekayaan kita kepada negera tersebut dalam bentuk rupiah. Dengan cara ini kita meningkatkan pengguna rupiah, atau meningkatkan ‘energi atau nilai’ yang diwakili oleh rupiah. Karenanya dukungan sumber daya yang kita miliki, akan membuat mata uang rupiah memiliki masa depan yang cemerlang.

Salam,
-yohan S-

Entry filed under: General. Tags: , , , .

Uang dan Kemakmuran NKRI Catatan Pembukaan Industrial R&D Expo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: