NKRI memiliki masa depan yang sangat cerah I:

24 Maret 2008 at 6:25 am 1 komentar

Dalam jangka panjang, lahan pertanian kita cukup untuk memenuhi kebutuhan energi dasar rakyat Indonesia.

Dalam waktu yang relative lama, seekor kuda bisa menghasilkan energi yang setara dengan daya 1 HP (Horse Power). Energi ini kira-kira setara dengan daya 746 watt. Berdasarkan hukum kekekalan energi, kuda juga membutuhkan energi dalam waktu yang relative lama setara daya sekitar 746 watt juga, kebutuhan ini kira-kira sebanding dengan berat tubuh kuda. Dengan asumsi berat kuda adalah 450 kg dan berat orang Indonesia rata-rata 60 kg, maka kebutuhan daya orang Indonesia dalam jangka waktu yang relative lama kira-kira setara dengan daya 100 watt saja.

Jadi untuk menggerakkan seluruh potensi kreativitas manusia NKRI hanya diperlukan daya sekitar 100 watt saja. Ini adalah kebutuhan energi dasar yang harus kita penuhi agar tumbuh segala imajinasi, apresiasi akan keindahan dan segala harmoni kehidupan. Dalam sehari tubuh kita memerlukan energi 2,4 kWh atau setara dengan 0,6 lt BBM saja. Angka ini didapat dari rata-rata genset untuk menghasilkan 4 kwh membutuhkan 1 lt BBM. Selama setahun, kebutuhan ini kira-kira setara dengan 872 kwh per orang per tahun atau total kebutuhan daya sekitar 22 GWe.

Sayangnya sampai saat ini belum ada teknologi yang memungkinkan mendistribusikan kebutuhan energi ke setiap sel penyusun tubuh selain menggunakan darah yang tentu saja lebih suka mengangkut glukosa. Tapi tidak perlu kuatir, karena Matahari dan tanaman semacam padilah yang akan mengerjakannya untuk kita. Kita tinggal menjaga lahan agar tetap bisa ditumbuh dengan segala kebutuhan unsur hara dan pengairan yang memadai.

Berapa Ha lahan yang dibutuhkan untuk memenuhi Energi ini? Apakah dalam jangka panjang, katakanlah dalam jangka waktu 300 tahun (seperti jangka waktu masa kejayaan dinasti Ming di Cina), lahan NKRI mampu memenuhi kebutuhan energi dasar 220 juta penduduk dan pertumbuhannya? Anggab saja kebutuhan energi dasar ini hanya dipenuhi oleh makanan beras dan umbi-umbian yang ditanam di 20% dari wilayah daratan yang luasnya mencapai 1,9 jt km2 atau setara dengan 5,7 % dari total 6,7 jt km2.

Mari kita tengok kembali kepada apa yang sudah Gusti Ingkang Murbeng Dumadi berikan melalui energi matahari yang menyinari wilayah NKRI, seperti dalam perhitungan kocak ala loedroek setahun yang lalu berikut :

Bagaimana mengukur daya yang disumbangkan oleh Matahari ke NKRI ? Alat yang paling efiesien untuk mengubah energi matahari ini adalah hasil engineering manusia yang berupa solar cell dengan kemampuan 4,6 kWh/m2/hari, atau setara dengan rata-rata daya 191,7 Watt (Jadi kalau mau ekstrim, 1 orang cukup dengan 1 m2 sudah bisa hidup he..he…) dalam jangka lama, secara rata-rata daya yang kita terima dari matahari yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kehidupan setara dengan :
Daya(average long term) = 6,7 jt km2 x 191,7 W/m2
= 1.286.722 GWe
Potensi energi yang bisa dimanfaatkan tentu jauh lebih kecil dari angka tersebut, karena efisiensi alam lebih rendah dari pada mesin-mesin hasil rancang bangun anak manusia. Kenapa lebih rendah, karena memang kehidupan tidak melulu masalah efisiensi tinggi. Meskipun jika Tuhan mau, manusia tidak perlu makan sepanjang hayatnya, dengan pemanfaatan energi inti yang ditanam dalam tubuh manusia misalnya. Tapi toch inilah hidup, manusia mesti makan karbohidrat untuk memenuhi energinya, untuk mendapat itu dia musti menanam padi atau gandum, meskipun energinya sudah disumbangkan oleh Matahari. Malah Matahari seolah-olah buang-buang energi, dengan menyebarkan energinya kesegenap penjuru. Efisiensi 10% adalah angka yang masih optimis untuk mengukur total potensi energi terbarukan ini. Tapi biarlah, kita gunakan saja 10% ini agar nanti didapat angka potensi energi bumi yang membuat kita senang. Maka totalnya potensi energi yang bisa kita manfaatkan adalah 128.672 GWe.
Jadi dengan lahan 5,7% wilayah NKRI kita akan mendapatkan daya maksimum sebesar 7.928 GWe. Kita asumsikan berat beras hanyalah 10% dari total tumbuhan padi, maka angka maksimum daya yang dihasilkan tananam padi untuk luas lahan 38 juta Ha tersebut adalah 793 GWe. Angka ini jauh lebih besar daripada kebutuhan dasar tubuh rakyat NKRI yang saat ini mencapai 22 GWe saja dan tentu saja akan cukup bahkan untuk 300 tahun kedepan jika penduduk NKRI menjadi 3 Milyar jiwa.

Apakah angka ini cocok untuk hasil pertanian padi kita saat ini yang bisa menghasilkan beras 5 ton beras per Ha dengan masa produktif 2 kali setahun berarti menghasilkan 10 ton per Ha? Jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 220 juta kebutuhan energi rata-rata ideal adalah 2250 kkal/hari yang bisa dipenuhi dengan 250 gram beras dan tambahan lain-lain yang setara dengan 250 gram beras atau total menjadi setara dengan 0,5 kg beras ( Sebagai catatan ini mengindikasikan energi yang terkandung dalam 1 kg beras hampir setara dengan 1 lt BBM).

Untuk saat ini dengan hasil 10 ton beras per Ha per tahun, maka per m2 menghasilkan 1 kg beras per tahun. Untuk kebutuhan per orang setara dengan 0,5 kg beras maka dibutuhkan 183 m2 lahan per orang. Jadi untuk kebutuhan 220 juta penduduk, idealnya cukup dengan 4 juta Ha lahan. 4 juta Ha lahan ini akan menghasilkan daya sekitar 22 GWe, cukup untuk kebutuhan rakyat Indonesia.

Jika kita lihat perhitungan sebelumnya, 38 jt Ha akan menghasilkan maksimum 793 GWe, maka untuk 4 jt Ha bisa menghasilkan maksimum 76 GWe. Angka ini masih wajar, jadi kemungkinan besar 4 jt Ha lahan akan bisa menghasilkan lebih dari 10 ton beras pertahun per hektar, bahkan bisa jadi dengan teknologi pertanian yang mantap bisa dicapai hasil 30 ton beras per Ha per tahun. Jadi dengan kondisi saat ini, sebenarnya 4 juta Ha lahan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok NKRI.

Sebagai catatan saat ini kita memiliki luas lahan sawah 12 juta Ha yang 30% beralih peruntukan menjadi fungsi lain termasuk untuk perumahan. Jadi tinggal 8 juta Ha lahan sayah, yang sebenarnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beras NKRI dan seharusnya bisa juga untuk memenuhi ekspor. Mungkin yang perlu diperbaiki adalah masalah pupuk, bibit, dan pengairannya saja.

Lebih jauh, idealnya saat ini petani per keluarga memiliki penghasilan 5 juta sebulan. Jika asumsi cost 50% dari revenue, berarti dibutuhkan revenue 10 juta sebulan atau 120 juta per tahun. Dengan asumsi harga beras 5000 per kg cukup, dibutuhkan rata-rata 2,4 Ha per KK. Artinya untuk memenuhi kebutuhan pokok NKRI cukup ditangani oleh 1,7 juta petani inti yang hidup layak yang bertanggung jawab menghidupi 8,4 juta jiwa keluarganya.

Dengan perluasan asumsi yang bergerak di bidang pertanian untuk sumber gizi sama dengan petani inti maka diperlukan juga 8,4 juta jiwa (termauk keluarganya) dan jumlah yang sama untuk nelayan 8,4 juta jiwa total 33,2 juta jiwa. Jika diperlukan jumlah yang sama untuk ke pengolahan produk pertanian 33,2 juta jiwa dan supportnya. Maka idealnya jumlah jiwa yang bergerak di bidang pertanian, perikanan dan produk turunannya cukup ditangani oleh 66,4 juta jiwa (Asumsi tiap KK ada 5 jiwa). Berarti komposisinya cukup 30 persen saja yang bergerak dibidang pertanian dan perikanan dari total 220 juta jiwa agar NKRI makmur.

Salam,
-yohan S-

Entry filed under: Energi Dasar. Tags: , , .

Dalam 20 tahun terakhir sejak BEJ berdiri, IHSG belum mampu melampui kenaikan harga beras! Masukan untuk Alokasi Frekuensi BWA di Indonesia

1 Komentar Add your own

  • 1. Mr WordPress  |  13 Desember 2006 pukul 6:25 am

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Maret 2008
S S R K J S M
« Mei   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: