Kenapa Inflasi Tinggi?

21 Mei 2007 at 11:28 am Tinggalkan komentar

(ref. 1.0)

Inflasi yang tinggi diindikasikan karena produksi kebutuhan pokok yang berkurang atau tidak lagi mencukupi (termasuk karena perubahan peruntukan misal untuk biodesel) untuk mengimbangi laju pertumbuhan penduduk NKRI, rupiah yang terus dicetak untuk memenuhi budget pemerintah (tahun 2007 akan dicetak 66 Milyar bilyet, itupun sebagian di outsource ke percetakan duit di Australia), dan diperparah dengan berkurangnya energi yang diwakili oleh rupiah : yang salah satunya adalah karena ’energi’ yang sudah dikumpulkan dari NKRI berkat kasih sayang Gusti Ingkang Murbeng Dumadi melalui sinar sang surya dan fosil, oleh pemilik modal atau orang-orang berpunya atau bahkan dari hasil ’nilep’ uang rakyat disimpan atau dihabiskan tidak dalam bentuk Rp, tetapi malah dalam bentuk $ atau Euro.

Tidak terpenuhinya produksi kebutuhan pokok rakyat NKRI menjadi salah satu pemicu inflasi, dalam hal ini saya sependapat dengan P Irsal. Mau tidak mau, produksi bahan kebutuhan pokok harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat NKRI (Jaman romusha jepang, untuk memenuhi kebutuhan pokok ini dilakukan dengan kerja paksa🙂 ) karena ini adalah salah satu biang keladi utama mengapa sebagian rakyat NKRI tergilas inflasi. Peningkatan ini terkait dengan seberapa besar tambahan lahan pertanian, hasil per hektar lahan, dan seberapa efisien hasil tangkapan ikan oleh rakyat NKRI diwilayah NKRI dan dilaut International. Apakah hasil ini sudah bisa memenuhi laju kebutuhan yang sejalan dengan laju peningkatan pertumbuhan penduduk Indonesia yang sekarang mencapai lebih dari 220 juta jiwa. Kalau ternyata masih kurang, kita lihat apakah hasil produksi tambang, minyak, biodesel, engineering, setelah dikurangi kebutuhan dibidang masing-masing apakah sanggup memenuhi kekurangan kebutuhan pokok NKRI tersebut.

Jika ternyata total produksi NKRI dari segala sumber yang ada masih defisit, maka ini adalah urgent dan menjadi target bersama dan lupakan pentas politik penghibur lara, mari kita fokus untuk memenuhi ini dulu. Dan kalau produksi kebutuhan pokok ternyata ada lebih, diekspor untuk memperkuat nilai Rp terhadap mata uang Paman Sam, dan sewaktu-waktu juga bisa dengan tenang menentukan membeli dengan mata uang Rp, jika tidak mau ya sudah wong tanpa barang canggih dari negeri seberang rakyat NKRI masih bisa makan-tidur-sambil bergeletakan disepanjang pantai nan indah🙂. Tapi kalau sudah tenang begini juga harus hati-hati karena tanpa angkatan perang yang memadai bisa berarti bunuh diri seperti Iraq.

Solusi membacked uang kertas dengan 100% emas (seperti opini yang di forward oleh P JohanD) tanpa produksi kebutuhan pokok yang memadai menjadi bukan solusi yang tepat, karena dengan demikian ini seperti membalikkan permainan kapitalis disamping karena emas kita dari Freeport mungkin sudah tinggal sisa-sisa. Ada beberapa cuplikan data yang patut dicermati, saat ini beras dibanding tahun 1990 relatif cenderung lebih berharga dibanding emas. Tahun 1990 Saat saya masih SMA, jika mau beli beras saya bisa beli dengan harga Rp 400/kg dan emas Rp 30.159/gr. Tahun 2007 ini saya bisa beli beras Rp 4.500/kg dan bisa beli emas Rp 212.702/gr. Artinya tahun 1990 dengan satu gram emas saya bisa dapat 75 kg beras, tetapi sekarang dengan 1 gram emas cuman dapat 47 kg beras. Dari secuil petunjuk ini, tanda-tanda bahwa produksi beras memang harus diperbanyak adalah pilihan bijak, jika tidak jangan salahkan bunda mengandung jika 1 gram emas yang kita simpan hanya cukup untuk membeli 10 kg beras saja. Ini artinya energi yang ada sebaiknya kita fokuskan untk meningkatkan produksi makanan pokok dan lauk pokok minimal untuk memenuhi kebutuhan perut lebih dari 220 juta rakyat Indonesia. Selebihnya, energi kita bisa kita salurkan untuk energi kreatif lainnya, misal menjadikan tanah liat, plastik dan rongsokan besi menjadi komputer misalnya. Hanya dengan cara ini, Rupiah yang dikeluarkan ’Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa’ akan meraih kembali nilainya, dan bukan hal yang mustahil suatu saat menjadi 1 Rp = 1 $, bisa kita bayangkan betapa senangnya Aji Saka melihat anak turunnya bisa mewujudkan ini entah ditahun kapan.

Salah satu contoh kocak, kita bayangkan saja dana virtual yang dikelola oleh P JohanD yang saat ini sudah manjadi : Rp 1.121.700.000, waktu itu direncanakan oleh pemodal, uang tersebut akan dibelikan minyak goreng. Tetapi karena iming-iming keuntungan di bursa saham yang menggiurkan disamping karena kebutuhan minyak goreng bisa ditunda, jadinya di tangguhkan untuk membeli minyak goreng pada bulan Mei 2007 saja. Nah sekarang tiba saatnya uang sebesar Rp 1.121.700.000 dibelikan minyak goreng bulan Mei 2007, dan ternyata hanya dapat minyak goreng sebanyak 124.633 kg saja. Sementara kebutuhan sebenarnya adalah sesuai budget untuk bulan Desember 2006 sebanyak 166.667 kg yang bisa dibeli dengan harga per kg Rp 6000,- dengan uang Rp 1 Milyar. Ini artinya secara virtual pemodal harus menutup kekurangan kebutuhan minyak gorengnya sebanyak 42.033 kg yang setara dengan nilai hari ini Rp 378.300.000,-, artinya dalam hal ini tombok

Dan satu lagi, selama kebutuhan pokok rakyat NKRI terpenuhi, pada akhirnya kita memiliki daratan dan lautan yang akan menjadi potensi kekayaan NKRI yang akan memperkuat kedudukan Rp. Harga tanah semakin naik (Semakin banyak warga dari negeri tetanggan yang menyewa tanah di NKRI seperti kasus di Bali), harga pasir semakin naik, dan tanah ini tidak bisa diciptakan dengan teknologi yang ada dewasa ini, kecuali dengan teknologi kristal seperti di film Superman. Kita bisa bayangkan saat Singapura yang ingin tanah lebih, harus membayar sangat-sangat mahal demi pasir dari Riau, bisa-bisa 1 Rp = 1 Sin karena tanah Singapura tidak lagi cukup untuk menampung penduduknya🙂.

Salam,
-yohan S-

Entry filed under: General. Tags: , .

Sebuah Catatan : Studium Generale on Nuclear Energy by Al Baradei Dalam 20 tahun terakhir sejak BEJ berdiri, IHSG belum mampu melampui kenaikan harga beras!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Kalender

Mei 2007
S S R K J S M
« Des   Mar »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts


%d blogger menyukai ini: