Menentukan Kebutuhan Energi Dinamis Sebuah Mobil

Menentukan kebutuhan Energi pada gerak dinamis mobil adalah cukup kompleks, karena melibatkan beban mobil, berat penumpang, kondisi AS, kondisi gigi-gigi koupling, kecepatan, kemiringan jalan, pengereman, drag (aerodinamika karena angin), akselerasi, kodisi pengapian dan faktor-faktor lainnya yang mungkin terlibat. Untuk menentukan kebutuhan Energi terpakai  dari sebuah mobil yang bergerak, baik mobil bensin maupun mobil listrik, tidak cukup hanya berdasarkan parameter berapa km/liter atau berapa km/kWh yang bisa ditempuh dari membaca spesifikasi km/kWh-nya atau km/liter-nya. Karena konsumsi real Energi kWh atau liter bensin sangat tergantung kondisi kemacetan, kecepatan, cara akselerasi, deakselerasi, pengereman dan faktor-faktor lainnya seperti disebutkan sebelumnya.

(lebih…)

13 Januari 2013 at 3:17 pm Tinggalkan komentar

Menghitung kebutuhan batere modifikasi mobil mesin bensin menjadi mobil listrik

yohan_mly
oleh : Yohan Suryanto; yohan@rambinet.com
Cibinong, 29 Agustus 2012

Dear rekan-rekan, saya ingin berbagi bagaimana memperkirakan kebutuhan energi sebuah mobil. Contoh yang digunakan adalah mobil dengan kapasitas 2000 cc yang saya gunakan sehari-hari. Hitungan kebutuhan energi ini, bisa diaplikasikan untuk memperkirakan berapa kebutuhan batere untuk memodifiksi mobil bensin atau solar menjadi mobil listrik.

Kita akan cari berapa sebenarnya energi yang dibutuhkan oleh mobil 2000 cc dalam kondisi normal, asumsi jalan di tol 80 km per jam.
Daya mobil tersebut, seperti yang ditulis oleh Prof. Pekik, adalah 150 HP. Daya ini dengan konversi 1 HP = 0,75 kW, setara dengan 112 kilo Watt. Jika daya maksimum ini yang kita jadikan patokan untuk menentukan kebutuhan batere yang bisa menampung energi selama 7 jam perjalanan, tentu jumlahnya akan membengkak. Padahal pada kenyataannya, tenaga 150 HP hanya terjadi pada torsi maksimum pada putaran sekitar 7000 rpm.

Bagaimana hal ini bisa kita buktikan :

(lebih…)

29 Agustus 2012 at 10:53 pm 1 komentar

Sistem Keuangan Modern Part 4

Beberapa minggu terakhir ini kita mendengar adanya permintaan Amerika kepada Cina agar pemerintah Cina menaikkan nilai tukar Yuan terhadap USD? Nampaknya ini merupakan langkah strategis pemerintah Amerika untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap USD. Dengan cara ini setidaknya publik akan berpikir bahwa Yuan tidak mungkin menguat karena pemerintah Cina sampai diminta atau bahkan terkesan ditekan agar memperkuat Yuan. Padahal jika kita lihat rata-rata kurs yang terjadi malah sebaliknya. Dalam setahun terakhir, Yuan cenderung menguat terhadap USD. Tanpa ditekanpun penguatan inilah yang justru terjadi.  Hal ini bisa dilihat dalam gambar 1 dibawah ini .

(lebih…)

17 November 2010 at 12:34 am Tinggalkan komentar

Sistem Keuangan Modern (Part 3)

Sistem keuangan modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern yang berlaku sebelumnya. Dipicu oleh kesulitan keuangan di negeri Paman Sam, sistem ini mulai digunakan saat presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Uang tercatat dan beredar yang sebelumnya merupakan representasi dari emas yang disimpan, otomatis menjadi sekedar catatan dari otoritas keuangan atas barang-barang yang ditransaksikan. Uang yang sudah ada sebelumnya masih tetap berlaku, tetapi memiliki makna yang berbeda. Memegang uang tidak lagi diartikan sebagai memiliki simpanan emas dengan rasio tertentu, melainkan sebagai sekedar catatan dari otorias keuangan dengan nilai tertentu.

Uang di masa pramodern dan semi modern merupakan representasi dari emas. Saat itu selama emas ada maka uang akan selalu diasosiasikan sebagai sesuatu yang selalu positif. Adanya uang akan selalu berarti adanya emas. Nominal uang yang sudah tercetak dalam kertas yang beredar juga tidak bisa diubah. Sifat-sifat ini menurun dalam sistem keuangan modern dimasa awal. Karena uang modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern (backup emas) maka uang dimasa awal era modern juga tidak mengenal uang negative. Dimasa awal sistem keuangan modern uang selalu positive. Tetapi perkembangan era chip dewasa ini memungkinkan nilai uang yang beredar bisa diubah setiap saat. Uang dalam era sistem keuangan modern dimasa yang akan datang  tidak lagi hanya bernilai positif, uang juga bisa bernilai negative.

(lebih…)

6 November 2010 at 10:19 pm Tinggalkan komentar

Sistem Keuangan Modern (Part 2)

Berakhirnya sistem keuangan pramodern ditandai dengan munculnya perbankan modern awal tahun 1400-an. Secara perlahan uang emas yang secara langsung digunakan dan merupakan barang antara (buffer) pertukaran barang-barang yang diperdagangkan digantikan dengan uang dalam bentuk lain. Uang dalam bentuk lainnya ini bisa berupa kertas berharga, uang kayu atau catatan lainnya yang dikaitkan erat dengan jumlah emas yang dimiliki. Meskipun uang yang diedarkan bukan lagi emas itu sendiri, tetapi uang dalam era ini sebenarnya mewakili emas yang disimpan atau yang menjadi jaminan. Fleksibilitas sirkulasi dan keamanan penggunaan uang dengan cara ini meningkat dibanding era pramodern dan mampu mendukung perdagangan dunia sampai berakhirnya era revolusi industri.

(lebih…)

2 November 2010 at 6:14 pm Tinggalkan komentar

Sistem Keuangan Modern (Part 1)

Sistem keuangan modern adalah sistem keuangan yang didasarkan pada catatan otoritas keuangan atas nilai barang atau jasa pada transaksi yang terjadi. Dalam hal ini, uang tidak diwakili oleh salah satu barang atau jasa itu sendiri. Uang juga tidak diwakili oleh nilai salah satu barang atau jasa tersebut. Uang adalah sekedar catatan otoritas keuangan atas nilai barang atau jasa yang ditransaksikan. Sistem ini dimulai saat uang dalam sistem perbankan tidak lagi dibackup dengan emas. Era ini dimulai pada saat  presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Bagaimana sistem keuangan modern dan bagaimana perkembangan kedepannya akan dibahas dalam tulisan ini.

(lebih…)

31 Oktober 2010 at 10:47 pm Tinggalkan komentar

Uang dan Emas

Cibinong, 15 Agustus 2010

Menjadikan emas sebagai alat tukar dilingkungan kelompok tertentu atau region tertentu dewasa ini mungkin sah-sah saja. Ini seperti kembali kemasa ketika emas menjadi alat tukar dan juga sebagai backup uang sebelum tahun 1970. Dalam lingkungan yang lebih sempit nilai intrinksik emas mungkin saja bisa mewakili nilai intrinksik dari barang-barang yang diperlukan oleh sekelompok orang atau di region terbatas. Hal ini karena keberadaan emas yang melimpah disuatu region atau group menyebabkan total nilai intriksi emas disuatu lingkungan tertentu bisa jadi mencukupi untuk menilai nilai intriksi barang-barang yang diperdagangkan. Tetapi untuk kepentingan yang lebih luas apalagi kepentingan global, secara teknis saat ini emas tidak memungkinkan sebagai alat tukar.

(lebih…)

18 September 2010 at 1:48 am 2 komentar

Pos-pos Lebih Lama


Kategori

  • Blogroll

  • Feeds