<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yohan S: kisah dan opini</title>
	<atom:link href="http://yohans.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yohans.wordpress.com</link>
	<description>positif respon antar sel, mencerahkan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Sep 2011 14:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yohans.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yohan S: kisah dan opini</title>
		<link>http://yohans.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yohans.wordpress.com/osd.xml" title="Yohan S: kisah dan opini" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yohans.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sistem Keuangan Modern Part 4</title>
		<link>http://yohans.wordpress.com/2010/11/17/sistem-keuangan-modern-part-4/</link>
		<comments>http://yohans.wordpress.com/2010/11/17/sistem-keuangan-modern-part-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2010 17:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yohans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[sistem keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohans.wordpress.com/?p=501</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa minggu terakhir ini kita mendengar adanya permintaan Amerika kepada Cina agar pemerintah Cina menaikkan nilai tukar Yuan terhadap USD? Nampaknya ini merupakan langkah strategis pemerintah Amerika untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap USD. Dengan cara ini setidaknya publik akan berpikir bahwa Yuan tidak mungkin menguat karena pemerintah Cina sampai diminta atau bahkan terkesan ditekan agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yohans.wordpress.com&amp;blog=610330&amp;post=501&amp;subd=yohans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa minggu terakhir ini kita mendengar adanya permintaan Amerika kepada Cina agar pemerintah Cina menaikkan nilai tukar Yuan terhadap USD? Nampaknya ini merupakan langkah strategis pemerintah Amerika untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap USD. Dengan cara ini setidaknya publik akan berpikir bahwa Yuan tidak mungkin menguat karena pemerintah Cina sampai diminta atau bahkan terkesan ditekan agar memperkuat Yuan. Padahal jika kita lihat rata-rata kurs yang terjadi malah sebaliknya. Dalam setahun terakhir, Yuan cenderung menguat terhadap USD. Tanpa ditekanpun penguatan inilah yang justru terjadi.  Hal ini bisa dilihat dalam gambar 1 dibawah ini .</p>
<p><span id="more-501"></span> <a href="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/yuan-vs-usd-ave-2010.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-504" title="Yuan vs USD ave 2010" src="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/yuan-vs-usd-ave-2010.png?w=300&#038;h=180" alt="" width="300" height="180" /></a><br />
Gambar 1 : Rata-rata kurs Yuan vs USD dalam setahun terakhir, source :<a href="http://www.exchange-rates.org"> http://www.exchange-rates.org</a></p>
<p>Berdasarkan tren diatas, jelas sekali bahwa Yuan tidak dibuat melemah oleh pemerintah Cina. Adalah wajar jika Yuan dibuat lebih banyak untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan penduduk Cina. Hal ini menahan penguatan yuan yang lebih drastis terhadap USD. Tetapi jelas sekali bahwa Yuan cenderung menguat terhadap USD dan permintaan Amerika agar Cina memperkuat Yuan terhadap USD malah memperlihatkan bahwa permintaan ini merupakan permintaan yang aneh bin ajaib.</p>
<p>Berdasarkan sistem keuangan modern yang transaksional based, jika memang pemerintah Amerika menginginkan Yuan menguat terhadap USD, sebenarnya mereka bisa melakukannya tanpa meminta Cina melakukannya. Caranya mereka bisa membeli Yuan dengan USD yang dibarengi dengan pencetakan USD untuk mengimbangi defisit perdagangan mereka oleh bank sentral (dengan mekanisme perbankan) yang akan mengakibatkan permintaan Yuan meningkat dan suplai USD bertambah.  Tetapi kenapa justru Amerika meminta Negara-negara G-20 untuk sama-sama menekan Cina agar memperkuat Yuan?  Yang sebenarnya secara rata-rata dalam setahun terakhir tidak pernah melemah terhadap USD? Inilah anehnya, tetapi ini strategi sentimen pasar agar pasar menganggap USD masih powerful.</p>
<p>Cara lainnya yang bisa memperkuat Yuan terhadap USD lebih drastis adalah pemerintah Cina membeli mata uang regional yang memiliki hubungan transaksi untuk modal atau bahan industri Cina dengan devisa USD yang dimiliki oleh Cina. Otomatis ini akan menaikkan nilai tukar mata uang-mata uang regional terhadap USD. Pada saat yang sama Indonesia bisa membeli alat produksi dari Amerika menggunakan USD dari hasil penjualan rupiah tersebut dan menjual hasil produksi  ke Cina dengan Yuan.</p>
<p>Sebenarnya dalam transaksional based, dengan neraca perdagangan Amerika yang selalu defisit dalam jumlah yang luar biasa besar dalam dekade terakhir, posisi USD menjadi kehilangan maknanya. Hal ini akan lebih mudah kita pahami dengan memetakan transaksi yang melibatkan beberapa otoritas keuangan dalam domain regional masing-masing.</p>
<p style="text-align:left;">Misalkan ada dua entitas yang berada dalam dua regional otoritas keuangan sedang  bertransaksi. Seperti digambarkan dalam gambar 2 di bawah ini. Barang diproduksi oleh entitas dalam regional R. Barang ini dibutuhkan oleh entitas dalam regional D. Entah karena suatu alasan tertentu, kedua entitas ini sepakat untuk menggunakan mata uang yang dicatat oleh otoritas D. Kedua pihak sepakat nilai transaksi atas barang ini adalah 100 D. Dalam transaksi tersebut nampak bahwa otoritas R sama sekali tidak bisa mengambil manfaat atas kejadian transaksi tersebut.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-2-domain.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-505" title="Transaksi 2 domain" src="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-2-domain.jpg?w=300&#038;h=144" alt="" width="300" height="144" /></a><br />
Gambar 2 : Transaksi yang melibatkan dua regional otoritas keuangan</p>
<p style="text-align:left;">Dalam sistem keuangan modern dimasa yang akan datang hal ini mungkin tidak akan terlalu menjadi masalah karena otoritas keungan hanya mencatat kejadian transaksi secara transparan dan mendapatkan fee transaksi sewajarnya. Tetapi dalam sistem keuangan modern saat ini yang menerapkan offset (karena tidak dikenal mata uang negative),  jelas hal ini memungkinkan otoritas D menambah sejumlah  uang untuk menutup -100 D agar jumlah uang yang diperlukan dalam domain otoritas D tetap sesuai dengan yang dibutuhkan.</p>
<p>Hal yang sama melibatkan transaksi tiga regional otorias keuangan. Misalnya ada dua entitas yang melakukan transaksi. Entitas dalam regional R memproduksi sesuatu yang bisa berasal dari hasil bumi mereka. Entitas D membutuhkan hasil produksi regional R ini. Namun entah karena alasan apa mereka menggunakan mata uang Y sebagai pencatatan transaksi ini seperti digambarkan dalam gambar 3 dibawah ini.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-3-domain.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-506" title="Transaksi 3 domain" src="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-3-domain.jpg?w=281&#038;h=300" alt="" width="281" height="300" /></a><br />
Gambar 3 : Transaksi yang melibatkan tiga regional otoritas keuangan modern</p>
<p>Dalam transaksi sistem keuangan modern praktis otoritas keuangan R dan D tidak memiliki catatan baru uang R maupun D atas transaksi tersebut. Di masa yang akan datang hal ini tidak akan menjadi masalah, karena sifat otoritas keuangan modern adalah transaksional based yang transparan. Tetapi dalam sistem keuangan modern yang berlaku saat ini, berarti otoritas keuangan R maupun D sama sekali tidak bisa mengambil manfaat atas transaksi ini.</p>
<p>Nampak bahwa pencatatan hanya dilakukan oleh otoritas Y yang sebenarnya tidak terlibat dalam transaksi antar region R dan D. Dalam sistem offset yang terjadi saat ini, hal ini memungkinkan otoritas keuangan Y bisa menutup sejumlah kebutuhan -100 Y agar jumlah uang yang diperlukan dalam domain otoritas Y tetap sesuai dengan yang dibutuhkan.</p>
<p>Salam,<br />
-yohan-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yohans.wordpress.com/501/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yohans.wordpress.com/501/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yohans.wordpress.com&amp;blog=610330&amp;post=501&amp;subd=yohans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohans.wordpress.com/2010/11/17/sistem-keuangan-modern-part-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea8020c38b300b02777d8d3e0c228619?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yohans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/yuan-vs-usd-ave-2010.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Yuan vs USD ave 2010</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-2-domain.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Transaksi 2 domain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/transaksi-3-domain.jpg?w=281" medium="image">
			<media:title type="html">Transaksi 3 domain</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sistem Keuangan Modern (Part 3)</title>
		<link>http://yohans.wordpress.com/2010/11/06/sistem-keuangan-modern-part-3/</link>
		<comments>http://yohans.wordpress.com/2010/11/06/sistem-keuangan-modern-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Nov 2010 15:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yohans</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[emas]]></category>
		<category><![CDATA[modern]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yohans.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Sistem keuangan modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern yang berlaku sebelumnya. Dipicu oleh kesulitan keuangan di negeri Paman Sam, sistem ini mulai digunakan saat presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Uang tercatat dan beredar yang sebelumnya merupakan representasi dari emas yang disimpan, otomatis menjadi sekedar catatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yohans.wordpress.com&amp;blog=610330&amp;post=497&amp;subd=yohans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem keuangan modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern yang berlaku sebelumnya. Dipicu oleh kesulitan keuangan di negeri Paman Sam, sistem ini mulai digunakan saat presiden USA Nixon tahun 1971 mengambil keputusan untuk melepaskan backup emas terhadap dollar. Uang tercatat dan beredar yang sebelumnya merupakan representasi dari emas yang disimpan, otomatis menjadi sekedar catatan dari otoritas keuangan atas barang-barang yang ditransaksikan. Uang yang sudah ada sebelumnya masih tetap berlaku, tetapi memiliki makna yang berbeda. Memegang uang tidak lagi diartikan sebagai memiliki simpanan emas dengan rasio tertentu, melainkan sebagai sekedar catatan dari otorias keuangan dengan nilai tertentu.</p>
<p>Uang di masa pramodern dan semi modern merupakan representasi dari emas. Saat itu selama emas ada maka uang akan selalu diasosiasikan sebagai sesuatu yang selalu positif. Adanya uang akan selalu berarti adanya emas. Nominal uang yang sudah tercetak dalam kertas yang beredar juga tidak bisa diubah. Sifat-sifat ini menurun dalam sistem keuangan modern dimasa awal. Karena uang modern merupakan evolusi dari sistem keuangan semi modern (backup emas) maka uang dimasa awal era modern juga tidak mengenal uang negative. Dimasa awal sistem keuangan modern uang selalu positive. Tetapi perkembangan era chip dewasa ini memungkinkan nilai uang yang beredar bisa diubah setiap saat. Uang dalam era sistem keuangan modern dimasa yang akan datang  tidak lagi hanya bernilai positif, uang juga bisa bernilai negative.</p>
<p><span id="more-497"></span></p>
<p><strong>Mekanisme Sistem Keuangan Modern</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Sistem keuangan modern bekerja berdasarkan transaksi, ia adalah catatan pertukaran barang dalam sebuah domain transaksi. Domain ini bisa hanya dua orang, 100 orang, komunitas dalam satu Negara atau meliputi seluruh umat manusia. Untuk lebih memahami bagaimana sistem keuangan modern yang transaksional bekerja, marilah kita mulai dengan beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana sistem keuangan ini bekerja. Sistem keuangan modern yang digunakan saat ini bisa saja tidak mewakili sepenuhnya mekanisme dasar sistem keuangan modern masa depan, karena kondisi awal masih merupakan evolusi dari sistem sebelumnya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kasus transaksi antara 2 orang pertama dalam domain sistem keuangan modern : </span></p>
<p>Misalkan saja A panen padi dengan hasil yang mencukupi untuk 2 orang. Sebut saja B ingin membeli padi dari A. Mereka berdua sepakat membuat uang catatan yang disebut sebagai uang AB. Catatan ini mereka simpan dalam chip milik A dan milik B. Ketika B menerima padi separuh bagian dari milik A, mereka sepakat memasukkan angka 50 kedalam chip A dan -50 kedalam chip B. Dengan demikian dalam uang AB yang diotoriasi oleh mereka berdua pada akhir transaksi A memiliki uang AB sebanyak 50 dan B memiliki uang sebanyak -50.</p>
<p>Kebetulan A dan B adalah dua orang yang rajin dan berlaku fair satu sama lain. Mengingat uang B adalah -50 AB maka ia berusaha untuk memanen ikan dikolamnya. A membutuhkan separuh bagian dari panen B ini. Jadilah A menjual panen ikannya separuh ke B. Mereka sepakat separuh panen ikan B setara dengan separuh panen padi A. Kembali mereka mengotorisasi chip mereka dengan password ganda A dan B. Dengan transaksi ini nilai uang AB yang dipegang A menjadi 0 dan nilai uang yang dipegang B juga menjadi 0.</p>
<p>Begitu seterusnya setiap transaksi antara A dan B, mereka mengotoriasi chip mereka. Chip dengan nilai yang bisa naik turun tergantung kesepakatan ini menandakan balance transaksi antara A dan B. Saat nilai tranksaksi mereka imbang maka uang AB akan sama-sama bernilai 0.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kasus transaksi antara 100 orang pertama dalam domain sistem keuangan modern : </span></p>
<p>Karena kebutuhan semakin meningkat, barang atau jasa yang dibutuhkan tidak lagi cukup dipenuhi oleh dua orang seperti kasus diatas. Dalam kasus ini, lebih banyak orang yang terlibat dalam domain transaksi. Misalnya domain transaksi menjadi lebih besar sampai meliputi 100 orang.</p>
<p>Dalam kasus transaksi yang meliputi 100 orang ini, tentu saja tidak semua orang perlu bertransaksi dalam waktu yang sama atau membutuhkan barang yang sama. Tetapi untuk mempermudah analisa, kebetulan semua orang di dalam kelompok 100 ini orangnya pekerja smart dan fair satu sama lainnya. Untuk mempermudah tranksaksi, mereka mengangkat 1 orang diantara mereka sebagai pengotorisasi chip yang mereka gunakan sebagai uang kelompok ini. Uang ini dikenal dengan R. Untuk setiap transaksi orang ini mendapat komisi 1% untuk memenuhi kebutuhannya. 99 orang yang tidak bertugas sebagai pengotorisasi uang chip R bisa memproduksi atau memberikan jasanya yang masing-masing setara dengan 100 R.</p>
<p>Ketika orang pertama O1 menjual barangnya senilai 99 R, pengotorisasi chip O100 akan memasukkan nilai 99 R kedalam chip O1 dan memasukkan nilai -1 R kedalam chip orang O2-O99.  Chip pengotorisasi O100 tetap menjadi 0 R karena ia mendapat komisi 1 R dari O1 dan membeli kebutuhan dari O1 sebesar 1 R. Ketika orang kedua O2 mendeliver servicenya ke semua anggota kelompok ini, chipnya akan menjadi 98 R begitu juga dengan chip O1. Chip orang O100 sama seperti penjelasan sebelumnya tetap menjadi 0 R dan chip 03-099 menjadi -2 R. Begitu seterusnya sampai penjualan atau deliveri service oleh O99, semua chip 01-O100 akan menjadi 0 R. Proses ini akan terus berulang sampai semua orang O1-O100 mati bersama dan transaksi diantara mereka berakhir sepenuhnya.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kasus yang lebih kompleks : </span></p>
<p>Kenyatan dalam hidup tentu saja berbeda dengan sekenario diatas, umumnya tidak semua sama fair diantara 100 orang tersebut. Akan ada saja orang yang lebih rajin, orang yang malas, orang yang berumur panjang atau yang mati muda. Belum lagi ditambah akan ada rasa bosan, puas,  baik buruk dan sebagainya. Dengan kondisi ini maka sesuai dengan kesepakatan semua komunitas, pihak pengotorisasi dilengkapi dengan perangkat hukum.</p>
<p>Misalkan saja Sistem semakin komplek dengan melibatkan otoritas keuangan seperti dalam gambar dibawah ini :</p>
<p><a href="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/bagan-otoritas-keuangan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-498" title="Bagan otoritas keuangan" src="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/bagan-otoritas-keuangan.jpg?w=300&#038;h=220" alt="" width="300" height="220" /></a></p>
<p style="text-align:center;">Gambar 1 : Kasus domain transaksi</p>
<p>Otoritas keuangan membangun sistem termasuk perangkat penegakan hukum jika ada orang yang lalai atas hak dan kewajibannya pada komunitas. Komunitas sepakat menamai uang chip mereka sebagai D. Dalam sistem yang kompleks ini, komunitas sepakat bahwa otoritas keuangan diminta untuk inisiasi chip dengan nilai tertentu sebagai offset 0 transaksi komunitas, misalnya 1000 D yang dimiliki oleh otoritas keuangan.</p>
<p>Pada kenyataannya jika ditelusuri lebih lanjut, semua sistem keuangan modern yang berlaku dewasa ini menganut paham nilai offset. Otoritas keuangan memiliki uang modern yang berasal dari uang backup emas. Uang ini sejatinya merupakan offset 0 dari transaksi komunitas saat itu.</p>
<p>Uang ini bisa ditransaksikan dalam komunitas. O1-O3 adalah orang yang bekerja dalam otoritas keuangan ini. Dari jasa mereka bekerja mereka mendapat masing-masing 10 D. Uang ini mereka gunakan untuk membeli jasa dari OP3 dan OP2. OP1 yang menggadaikan tanahnya ke otoritas keuangan akan mendapatkan 100 D. Uang ini digunakan untuk membangun lahan yang dikerjakan oleh OP2. O7 menyewa tempat yang sudah dibangun milik OP1. OP3 membeli barang dari P1. Uang ini digunakan untuk membayar O6 dan O7 serta masih memiliki sisa uang dalam chip P1 yang diotorisasi oleh Otoritas keuangan tersebut. P1 menggadaikan proposal ke otoritas untuk mendapatkan sejumlah uang D. O6 membeli barang dari P1. Barang ini hasil produksi yang merupakan buah usaha keras O4 dan O5.  Atas jerih payahnya O4 dan O5 mendapat upah dari P1.</p>
<p>Bagaimana kasus antara dua otoritas keuangan modern dan kondisi sistem keuangan modern saat ini akan dibahas dalam bagian berikutnya.</p>
<p>Salam,</p>
<p>-yohan-</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yohans.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yohans.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yohans.wordpress.com&amp;blog=610330&amp;post=497&amp;subd=yohans&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yohans.wordpress.com/2010/11/06/sistem-keuangan-modern-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ea8020c38b300b02777d8d3e0c228619?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yohans</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yohans.files.wordpress.com/2010/11/bagan-otoritas-keuangan.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bagan otoritas keuangan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
